alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Merasa Diintimidasi Oknum LSM, Ketua Panitia Pilkades Brabe Mundur

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

MARON, Radar Bromo – Konflik mulai terjadi dalam persiapan Pilkades serentak di Kabupaten Probolinggo. Merasa diintimidasi, ketua panitia Pilkades Brabe, Kecamatan Maron, Ahmad Baidawi mengundurkan diri dari kepanitiaan.

Itu, dilakukannya lantaran mendapat intimidasi dari oknum LSM. Oknum itu meminta berkas bakal calon kepala desa yang sedang diseleksi panitia.

Juru bicara panitia Pilkades Brabe, Ahmad Nasarudin Latif menjelaskan, sebelumnya panitia sedang memproses berkas bakal calon kepala desa. Kemudian datang oknum LSM yang meminta berkas salah satu bakal calon.

Saat itu diduga bakal calon tersebut persyaratannya tidak lengkap. Sehingga, dinilai tidak layak untuk maju sebagai bakal calon.

Namun Baidawi tidak berkenan memberikan informasi yang sifatnya rahasia tersebut. Dia bersikukuh tidak akan memberikan informasi sampai tahap pengumuman bakal calon yang lolos verifikasi.

“Mereka (oknum LSM) menganggap bahwa informasi tersebut merupakan salah satu wujud keterbukaan informasi. Dalam Peraturan Bupati hal tersebut tidak dibenarkan,” ujar Ahmad Nasarudin Latif, Selasa (23/2) pagi.

Karena Baidawi menolak, oknum LSM itu mendatangi rumah Baidawi. Tetapi Baidawi tetap tidak berkenan menuruti kemauan oknum tersebut.

Pada akhirnya Baidawi merasa terintimidasi dan berniat mengundurkan diri. Keputusan itu diambil setelah melakukan musyawarah dengan keluarga di rumah. Keluarga kemudian sepakat Baidawi mundur.

Tidak hanya itu. Keputusan diambil mengingat dirinya memiliki riwayat penyakit dada. Sehingga, jika tertekan dadanya akan terasa sesak dan nyeri.

“Oknum itu datang dua kali ke rumah Pak Baidawi dengan tujuan sama. Karena tidak nyaman dan merasa terganggu, keluarga meminta agar Pak Baidawi mundur dari kepanitiaan,” katanya.

Camat Maron Mudjito mengatakan, pengunduran diri ketua panitia Pilkades Brabe sudah diterimanya. Bahkan, yang bersangkutan datang sendiri menemui dan menyerahkan surat pengunduran diri pada Senin siang.

Namun surat pengunduran diri yang ditandatangani Sabtu (20/2) tersebut belum mendapatkan respons dari camat. Sebab, sosok Baidawi yang karismatik dinilai dibutuhkan di Desa Brabe. Apalagi, dia dikenal sebagai tokoh masyarakat yang menjadi panutan dan memiliki banyak santri.

“Beliau sudah mengajukan pengunduran diri. Namun kami bujuk agar tetap melanjutkan tugasnya. Sebab, Pilkades butuh orang seperti dirinya,” ujarnya.

Tidak hanya itu. Badan Permusyawaratan Desa Brabe juga menolak pengunduran diri yang diajukan Baidawi. BPD menilai, warga masih percaya dan menginginkan Baidawi tetap menjabat sebagai ketua panitia Pilkades hingga seluruh tahapan Pilkades tuntas.

“BPD tidak setuju Pak Baidawi mundur. BPD tetap menginginkan dirinya menjadi ketua panitia Pilkades Brabe. Kalau memang harus mundur, saya menunjuk sekretarisnya,” pungkasnya. (ar/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

MARON, Radar Bromo – Konflik mulai terjadi dalam persiapan Pilkades serentak di Kabupaten Probolinggo. Merasa diintimidasi, ketua panitia Pilkades Brabe, Kecamatan Maron, Ahmad Baidawi mengundurkan diri dari kepanitiaan.

Itu, dilakukannya lantaran mendapat intimidasi dari oknum LSM. Oknum itu meminta berkas bakal calon kepala desa yang sedang diseleksi panitia.

Juru bicara panitia Pilkades Brabe, Ahmad Nasarudin Latif menjelaskan, sebelumnya panitia sedang memproses berkas bakal calon kepala desa. Kemudian datang oknum LSM yang meminta berkas salah satu bakal calon.

Mobile_AP_Half Page

Saat itu diduga bakal calon tersebut persyaratannya tidak lengkap. Sehingga, dinilai tidak layak untuk maju sebagai bakal calon.

Namun Baidawi tidak berkenan memberikan informasi yang sifatnya rahasia tersebut. Dia bersikukuh tidak akan memberikan informasi sampai tahap pengumuman bakal calon yang lolos verifikasi.

“Mereka (oknum LSM) menganggap bahwa informasi tersebut merupakan salah satu wujud keterbukaan informasi. Dalam Peraturan Bupati hal tersebut tidak dibenarkan,” ujar Ahmad Nasarudin Latif, Selasa (23/2) pagi.

Karena Baidawi menolak, oknum LSM itu mendatangi rumah Baidawi. Tetapi Baidawi tetap tidak berkenan menuruti kemauan oknum tersebut.

Pada akhirnya Baidawi merasa terintimidasi dan berniat mengundurkan diri. Keputusan itu diambil setelah melakukan musyawarah dengan keluarga di rumah. Keluarga kemudian sepakat Baidawi mundur.

Tidak hanya itu. Keputusan diambil mengingat dirinya memiliki riwayat penyakit dada. Sehingga, jika tertekan dadanya akan terasa sesak dan nyeri.

“Oknum itu datang dua kali ke rumah Pak Baidawi dengan tujuan sama. Karena tidak nyaman dan merasa terganggu, keluarga meminta agar Pak Baidawi mundur dari kepanitiaan,” katanya.

Camat Maron Mudjito mengatakan, pengunduran diri ketua panitia Pilkades Brabe sudah diterimanya. Bahkan, yang bersangkutan datang sendiri menemui dan menyerahkan surat pengunduran diri pada Senin siang.

Namun surat pengunduran diri yang ditandatangani Sabtu (20/2) tersebut belum mendapatkan respons dari camat. Sebab, sosok Baidawi yang karismatik dinilai dibutuhkan di Desa Brabe. Apalagi, dia dikenal sebagai tokoh masyarakat yang menjadi panutan dan memiliki banyak santri.

“Beliau sudah mengajukan pengunduran diri. Namun kami bujuk agar tetap melanjutkan tugasnya. Sebab, Pilkades butuh orang seperti dirinya,” ujarnya.

Tidak hanya itu. Badan Permusyawaratan Desa Brabe juga menolak pengunduran diri yang diajukan Baidawi. BPD menilai, warga masih percaya dan menginginkan Baidawi tetap menjabat sebagai ketua panitia Pilkades hingga seluruh tahapan Pilkades tuntas.

“BPD tidak setuju Pak Baidawi mundur. BPD tetap menginginkan dirinya menjadi ketua panitia Pilkades Brabe. Kalau memang harus mundur, saya menunjuk sekretarisnya,” pungkasnya. (ar/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2