alexametrics
26 C
Probolinggo
Saturday, 6 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Di PN Kraksaan, Perkara Narkoba Lebih Menonjol

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, telah memutus 591 perkara pidana dalam pada tahun 2020. Dari keseluruhan perkara tersebut, kasus narkotika dan penyalahgunaan obat-obatan lebih menonjol. Mencapai 109 perkara.

Juru Bicara dan Humas PN Kraksaan Yudistira Alfian mengatakan, selama dua belas bulan, terdapat beberapa perkara pidana yang diproses dan diputus. Di antaranya, 406 perkara pidana dengan acara biasa, 169 perkara tindak pidana ringan, 9 perkara pidana anak, dan 7 praperadilan.

“Total perkara pidana tahun lalu yang sudah diputus sebanyak 591 perkara. Mulai dari perkara masuk hingga diputus ada beragam perkara, namun hanya beberapa saja yang cukup menonjol,” katanya.

Yudistira mengatakan, ada tiga perkara pidana yang cukup menonjol dan sudah diputus. Di antaranya, perkara narkotika dan penyalahgunaan obat-obatan yang melanggar Undang-Undang Narkotika dan Undang-Undang Kesehatan, tercatat 109 perkara diputus. Disusul kasus pencurian sebanyak 83 perkara dan kasus penganiayaan 31 perkara. “Tiga perkara tersebut paling sering kami terima dan diputus. Sedangkan, sisanya adalah tindak pidana lainnya yang jumlahnya tidak banyak,” ujarnya.

Proses persidangan yang dilaksanakan tahun sebelumnya terjadi penyesuaian. Sebab, berada di tengah pandemi Covid-19 perlu diterapkan protokol kesehatan. Bahkan, ada beberapa kasus yang persidangannya digelar secara virtual untuk mengantisipasi potensi penularan virus. “Ada sedikit penyesuaian karena pandemi, protokol kesehatan diterapkan secara maksimal. Namun, itu tidak menghambat proses persidangan,” ujarnya. (ar/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, telah memutus 591 perkara pidana dalam pada tahun 2020. Dari keseluruhan perkara tersebut, kasus narkotika dan penyalahgunaan obat-obatan lebih menonjol. Mencapai 109 perkara.

Juru Bicara dan Humas PN Kraksaan Yudistira Alfian mengatakan, selama dua belas bulan, terdapat beberapa perkara pidana yang diproses dan diputus. Di antaranya, 406 perkara pidana dengan acara biasa, 169 perkara tindak pidana ringan, 9 perkara pidana anak, dan 7 praperadilan.

“Total perkara pidana tahun lalu yang sudah diputus sebanyak 591 perkara. Mulai dari perkara masuk hingga diputus ada beragam perkara, namun hanya beberapa saja yang cukup menonjol,” katanya.

Mobile_AP_Half Page

Yudistira mengatakan, ada tiga perkara pidana yang cukup menonjol dan sudah diputus. Di antaranya, perkara narkotika dan penyalahgunaan obat-obatan yang melanggar Undang-Undang Narkotika dan Undang-Undang Kesehatan, tercatat 109 perkara diputus. Disusul kasus pencurian sebanyak 83 perkara dan kasus penganiayaan 31 perkara. “Tiga perkara tersebut paling sering kami terima dan diputus. Sedangkan, sisanya adalah tindak pidana lainnya yang jumlahnya tidak banyak,” ujarnya.

Proses persidangan yang dilaksanakan tahun sebelumnya terjadi penyesuaian. Sebab, berada di tengah pandemi Covid-19 perlu diterapkan protokol kesehatan. Bahkan, ada beberapa kasus yang persidangannya digelar secara virtual untuk mengantisipasi potensi penularan virus. “Ada sedikit penyesuaian karena pandemi, protokol kesehatan diterapkan secara maksimal. Namun, itu tidak menghambat proses persidangan,” ujarnya. (ar/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2