Pengunjung Membludak, Kantor Dispendukcapil Tambah Jam Pelayanan

DRINGU, Radar Bromo– Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Probolinggo mengeluarkan kebijakan untuk menambah jam pelayanan. Ini karena banyaknya masyarakat yang berbondong-bondong untuk menukarkan surat keterangan penduduk dengan blanko e-KTP. Tak hanya hanya itu, jumlah alat yang digunakan untuk memproses blanko e-KTP pun ditambah guna untuk mempercepat proses pencetakan.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo Slamet Riyadi mengatakan, lonjakan masyarakat yang datang untuk menukarkan surat keterangan penduduk dengan blanko e-KTP beberapa hari sejak kuota diterima.

“Lonjakan terjadi satu hari setelah blanko e-KTP dikeluarkan. Pada hari Senin (20/1) saja tercatat sekitar 500  blanko yang dicetak. Pada hari Selasa (21/1) meningkat menjadi 700 keping, dan hari Rabu (22/1) ada 900 keping. Ini membuat petugas kelabakan,” ujarnya.

Untuk memaksimalkan petugas yang ada dengan banyaknya masyarakat yang dating, Dispendukcapil menambah alat cetak dan menambah jam pelayanan menjadi 12 jam sehari. Hal ini dilakukan agar masyarakat yang sudah datang dari wilayah yang jauh ke Mall Pelayanan Publik tidak pulang dengan kecewa.

RAMAI: Suasana di kantor Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo yang ramai akan pengunjung. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

“Dengan kondisi yang seperti ini, kami menambah alat cetak blanko. Awalnya pelayanan hanya menggunakan 3 unit. Kini ditambah menjadi 5 unit untuk percepatan pencetakan. Tak hanya itu pelayanan juga ditambah mulai dari pukul 06.00 sampai dengan 18.00, agar warga yang sudah terlanjur datang bisa dilayani,” kata Slamet Riyadi.

Menurutnya, pelayanan yang dilakukan saat ini diprioritaskan untuk warga yang datang dan menunggu proses cetak blanko e-KTP. “Kendati sudah ada kuota hanya kami layani yang datang langsung dan menunggu. Jika ada titipan mengambilkan, maka sementara kami tolak. Tetapi ketika kuota sudah berlebih, mungkin akan kami langsung cetakkan tinggal menunggu diambil, atau setelah jadi bisa dititipkan ke pihak kecamatan,” paparnya. (ar/fun)