alexametrics
31C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

Diteror Penelepon Gelap, Guru TK di Banyuanyar Lapor Polisi

PAJARAKAN, Radar Bromo – Anis Sunaita, 29, belakangan merasa tak tenang. Warga Desa Tarokan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo tersebut, merasa jadi korban teror penelepon gelap. Alhasil, wanita yang seharinya guru TK tersebut melapor ke polisi.

Istri dari Solihin, 35, itu mendatangi Mapolres bersama suaminya. Ia merasa diteror puluhan nomor tidak dikenal yang mengganggu ketenangan hidupnya. Teror via handphone (HP) itu diterima Sunaita sejak Selasa (10/11) hingga saat ini. Pelaku memintanya segera melunasi utang, yang menurut Sunaita tidak pernah ia lakukan.

Tagihan dan ancaman yang masuk ke pesan singkat nomor pribadi itu, juga mencemarkan nama baiknya dan keluarganya. Jika ditotal, ada puluhan nomor seluler berbeda yang telah mengirimkan ancaman.

Karena itulah, dia melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Probolinggo, Sabtu (21/11) lalu. Harapannya, aksi sepihak itu bisa diusut oleh pihak berwajib.

“Kadang nelpon ke orangtua, kadang mengirim pesan singkat biasa (SMS) dan WhatsApp (WA) bahkan di WA itu dibuatkan grup yang nama grupnya ‘Sunaita Maling’ dan isinya semua guru-guru TK. Padahal saya tidak punya pinjaman apapun,” katanya.

Dia berharap dengan laporan, pelaku bisa ditangkap. Menurutnya, karena kejadian itu pihaknya dirugikan. “Gangguan mentalnya itu bikin saya tertekan. Tiap hari diganggu. Anehnya nomor itu jika saya hubungi kembali itu tidak bisa dan ada yang bisa tapi tidak direspons. Sampai isi pesannya juga menyebut saya pencuri, maling hingga buronan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SPKT Polres Probolinggo, Iptu Wahyu Susilo mengatakan, pihaknya sudah menerima pengaduan dari korban. Ia berjanji laporan korban akan segera ditindaklanjuti.

“Ya sudah kami terima, tinggal menyerahkan kepada pimpinan. Untuk hal yang lainnya akan kami kabari lagi,” katanya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU