alexametrics
33.9 C
Probolinggo
Wednesday, 20 October 2021

Usai OTT KPK, Pemkab Probolinggo Berusaha Pulihkan Psikis Pegawai

PROBOLINGGO, Radar Bromo Operasi tangkap tangan (OTT) KPK RI pada Bupati Probolinggo nonaktif Puput Tantriana Sari dan suaminya, anggota DPR RI Hasan Aminuddin, memang sudah lewat. Namun, OTT KPK itu memberikan beban dan dampak psikis pada pegawai di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Apalagi, sampai saat ini penyidikan atas kasus itu masih dilakukan oleh tim penyidik KPK. Sejumlah pejabat dan ASN di lingkungan Pemkab Probolinggo bahkan ikut diperiksa, walau statusnya sebagai saksi.

Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko mengakui, kasus hukum itu memberikan dampak psikis pada pegawai di lingkungan pemkab. Dan kondisi itu yang saat ini tengah diperbaiki dan dipulihkan olehnya. Tujuannya, tidak lain untuk memastikan keberlangsungan roda pemerintahan kabupaten setempat.

”Tidak dapat ditutupi, psikis pegawai di Kabupaten Probolinggo terdampak dengan peristiwa hukum yang terjadi,” kata Timbul saat ditemui di Pendapa Bupati Probolinggo kemarin (22/9).

Karena itu, pihaknya saat ini berusaha untuk membangun psikis dan kepercayaan pegawai kabupaten agar untuk bisa tetap menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Timbul pun memastikan, saat ini kondisi psikis pegawai terus membaik dan terus diupayakan untuk dipulihkan.

”Saya terus mendorong dan memulihkan kembali psikis pegawai kabupaten supaya roda pemerintahan ini berjalan dengan maksimal. Karena, dikhawatirkan kinerja pegawai akan menurun karena dampak peristiwa hukum ini,” terangnya.

Salah satu pejabat di Pemkab Probolinggo yang enggan namanya disebut mengakui, OTT terhadap Bupati Probolinggo sebagai orang tua dalam pemerintahan memang sangat berdampak pada kondisi psikis pegawai. Meskipun, dirinya tidak terlibat, tetap saja berdampak pada psikis.

”Jelas berpengaruh pada psikis pegawai, termasuk saya. Karena bupati itu kan ibarat orang tua dalam pemerintahan. Memang saya tidak ikut terlibat, tapi kejadian itu langsung memberikan pengaruh pada pikiran ini,” katanya. (mas/hn)

PROBOLINGGO, Radar Bromo Operasi tangkap tangan (OTT) KPK RI pada Bupati Probolinggo nonaktif Puput Tantriana Sari dan suaminya, anggota DPR RI Hasan Aminuddin, memang sudah lewat. Namun, OTT KPK itu memberikan beban dan dampak psikis pada pegawai di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Apalagi, sampai saat ini penyidikan atas kasus itu masih dilakukan oleh tim penyidik KPK. Sejumlah pejabat dan ASN di lingkungan Pemkab Probolinggo bahkan ikut diperiksa, walau statusnya sebagai saksi.

Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko mengakui, kasus hukum itu memberikan dampak psikis pada pegawai di lingkungan pemkab. Dan kondisi itu yang saat ini tengah diperbaiki dan dipulihkan olehnya. Tujuannya, tidak lain untuk memastikan keberlangsungan roda pemerintahan kabupaten setempat.

”Tidak dapat ditutupi, psikis pegawai di Kabupaten Probolinggo terdampak dengan peristiwa hukum yang terjadi,” kata Timbul saat ditemui di Pendapa Bupati Probolinggo kemarin (22/9).

Karena itu, pihaknya saat ini berusaha untuk membangun psikis dan kepercayaan pegawai kabupaten agar untuk bisa tetap menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Timbul pun memastikan, saat ini kondisi psikis pegawai terus membaik dan terus diupayakan untuk dipulihkan.

”Saya terus mendorong dan memulihkan kembali psikis pegawai kabupaten supaya roda pemerintahan ini berjalan dengan maksimal. Karena, dikhawatirkan kinerja pegawai akan menurun karena dampak peristiwa hukum ini,” terangnya.

Salah satu pejabat di Pemkab Probolinggo yang enggan namanya disebut mengakui, OTT terhadap Bupati Probolinggo sebagai orang tua dalam pemerintahan memang sangat berdampak pada kondisi psikis pegawai. Meskipun, dirinya tidak terlibat, tetap saja berdampak pada psikis.

”Jelas berpengaruh pada psikis pegawai, termasuk saya. Karena bupati itu kan ibarat orang tua dalam pemerintahan. Memang saya tidak ikut terlibat, tapi kejadian itu langsung memberikan pengaruh pada pikiran ini,” katanya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU