Usulkan Pasar atau Pabrik Pengolahan Agar Harga Sayur Tak Anjlok

PAJARAKAN, Radar Bromo – Selain pembangunan pasar, DPRD Kabupaten Probolinggo juga mengusulkan pabrik pengolahan sayur di Kecamatan Sumber. Tujuannya, untuk menanggulangi anjloknya harga sayur seperti yang terjadi belakangan.

Sugito, Ketua Komisi II DPRD setempat mengatakan, pihaknya telah melakukan peninjauan lapangan begitu ada keluhan petani sayur. Tujuannya, untuk memastikan secara langsung apa yang dikeluhkan para petani itu. Hasilnya, memang benar bahwa harga sayur mengalami penurunan. Bahkan, harganya mencapai Rp 200 per kilogramnya.

“Kami juga menampung aspirasinya. Garis besarnya ada dua poin,” terangnya.

Dua poin itu yaitu pembangunan pasar sayur dan juga pabrik pengolah sayur. Untuk pasar sayur gunanya menampung over produksi. Sehingga, meskipun banyak, bisa ditampung. Kedua, pabrik pengolah sayur, yang tujuannya untuk mengolah sayur hasil bumi Sumber.

“Dengan begitu akan ada keseimbangan. Sehingga, tidak terus menjadi hasilnya tidak laku. Masih ada pemanfaatan lainnya,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, harga jual kubis di kalangan petani seharga Rp 200 perkilogram. Karena itu, banyak petani yang membiarkannya membusuk dan juga membagikan kepada warga. Sebab, jika dipanen akan menambah kerugian. (sid/fun)