alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Hasil Tes di Rutan Kraksaan, Tak Ada Warga Binaan Kena HIV

KRAKSAAN, Radar Bromo – Para warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan, bisa bernapas lega. Setelah dilakukan screening Human Immunodeficiency Virus (HIV), hasilnya tidak ada yang dinyatakan terjangkit.

“Alhamdulillah nihil. Tidak ada WBP yang terjangkit HIV,” ujar Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan, Bambang Irawan.

Karena tidak ada terjangkit HIV, Bambang mengaku, tidak perlu menyiapkan ruang isolasi. Sehingga, tempat isolasi Covid-19 yang rencannya akan digunakan sebagai tempat isolasi WBP yang terjangkit HIV, fungsinya akan dikembalikan. “Tetap menjadi tempat isolasi Covid-19,” ujarnya.

Ia mengaku masih terus melakukan perawatan dan mengontrol kesehatan WBP yang terkena tuberkulosis (TB). Kontrol dilakukan secara rutin sebanyak dua kali dalam seminggu. “Kami bekerja sama dengan puskesmas dalam kontrol medis para WBP. Biasanya setiap dua minggu sekali. Saat itu juga mengontrol kesehatan warga binaan yang terkena TBC,” jelasnya.

Diketahui, dari total 374 WBP, sejumlah 220 warga binaan telah melakukan screening HIV. Jumlah warga binaan yang di-screening itu mengikuti kuota dari Dinas Kesehatan. “Memang tidak semua, sebab mengikuti kuota yang ditetapkan pihak kesehatan. Harapan kami, dengan adanya screening ini kesehatan para WBP bisa terjamin,” ujarnya. (mu/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Para warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan, bisa bernapas lega. Setelah dilakukan screening Human Immunodeficiency Virus (HIV), hasilnya tidak ada yang dinyatakan terjangkit.

“Alhamdulillah nihil. Tidak ada WBP yang terjangkit HIV,” ujar Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan, Bambang Irawan.

Karena tidak ada terjangkit HIV, Bambang mengaku, tidak perlu menyiapkan ruang isolasi. Sehingga, tempat isolasi Covid-19 yang rencannya akan digunakan sebagai tempat isolasi WBP yang terjangkit HIV, fungsinya akan dikembalikan. “Tetap menjadi tempat isolasi Covid-19,” ujarnya.

Ia mengaku masih terus melakukan perawatan dan mengontrol kesehatan WBP yang terkena tuberkulosis (TB). Kontrol dilakukan secara rutin sebanyak dua kali dalam seminggu. “Kami bekerja sama dengan puskesmas dalam kontrol medis para WBP. Biasanya setiap dua minggu sekali. Saat itu juga mengontrol kesehatan warga binaan yang terkena TBC,” jelasnya.

Diketahui, dari total 374 WBP, sejumlah 220 warga binaan telah melakukan screening HIV. Jumlah warga binaan yang di-screening itu mengikuti kuota dari Dinas Kesehatan. “Memang tidak semua, sebab mengikuti kuota yang ditetapkan pihak kesehatan. Harapan kami, dengan adanya screening ini kesehatan para WBP bisa terjamin,” ujarnya. (mu/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/