alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Kejari Kab Probolinggo Upayakan Pendekatan Preventif soal Korupsi

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo ke depan akan melakukan penindakan preventif dalam kasus korupsi. Ini, seiring instruksi dari Kejaksaan Agung (Kejagung) dan juga Presiden RI Joko Widodo.

Hal itu diungkap Kepala Kejari Kabupaten Probolinggo Adhryansah dalam acara peringatan Hari Bakti Adhyaksa ke-60, Rabu (22/7) siang. Menurutnya, sesuai harapan dari Kejaksaan Agung dalam penegakan hukum terutama perihal korupsi, tidak lagi mendahulukan penindakan represif. Melainkan, ke depan akan mendahulukan preventif.

“Harapan instansi kejaksaan mendasar dari sisi penegakan hukum. Tidak lagi mengarah penindakan hukum represif. Represif ini adalah upaya hukum jalan terakhir,” katanya.

Ia menjelaskan, upaya ke depan keberhasilan penegakan hukum bukan dilihat dari keberhasilan memenjarakan orang. Tetapi, keberhasilan dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi dalam pengembalian kerugian negara.

Dalam penghitungan kerugian negara, lanjut Adhryansah , bisa dilakukan oleh instansi berwenang. Yaitu, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), Badan Pemeriksaan Keuangan Provinsi (BPKP), dan juga Inspektorat. “Tinggal bagaimana subtansinya bisa sejalan,” jelasnya.

Lebih lanjut, dalam penanganan Covid-19, pihaknya diminta untuk mendampingi perihal penggunaan anggaran hasil refocusing. Pendampingan itu, dilakukan agar tidak ada penyelewengan anggaran.

“Berkaitan dengan penyelesaian masalah Covid, bukan hanya di Probolinggo. Terjadi di semua daerah kabupaten dan kota, alokasi refocusing. Diminta kepada insan Adhyaksa mendampingi satker yang memanfaatkan dana untuk penanganan Covid-19,” tandasnya. (sid/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo ke depan akan melakukan penindakan preventif dalam kasus korupsi. Ini, seiring instruksi dari Kejaksaan Agung (Kejagung) dan juga Presiden RI Joko Widodo.

Hal itu diungkap Kepala Kejari Kabupaten Probolinggo Adhryansah dalam acara peringatan Hari Bakti Adhyaksa ke-60, Rabu (22/7) siang. Menurutnya, sesuai harapan dari Kejaksaan Agung dalam penegakan hukum terutama perihal korupsi, tidak lagi mendahulukan penindakan represif. Melainkan, ke depan akan mendahulukan preventif.

“Harapan instansi kejaksaan mendasar dari sisi penegakan hukum. Tidak lagi mengarah penindakan hukum represif. Represif ini adalah upaya hukum jalan terakhir,” katanya.

Ia menjelaskan, upaya ke depan keberhasilan penegakan hukum bukan dilihat dari keberhasilan memenjarakan orang. Tetapi, keberhasilan dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi dalam pengembalian kerugian negara.

Dalam penghitungan kerugian negara, lanjut Adhryansah , bisa dilakukan oleh instansi berwenang. Yaitu, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), Badan Pemeriksaan Keuangan Provinsi (BPKP), dan juga Inspektorat. “Tinggal bagaimana subtansinya bisa sejalan,” jelasnya.

Lebih lanjut, dalam penanganan Covid-19, pihaknya diminta untuk mendampingi perihal penggunaan anggaran hasil refocusing. Pendampingan itu, dilakukan agar tidak ada penyelewengan anggaran.

“Berkaitan dengan penyelesaian masalah Covid, bukan hanya di Probolinggo. Terjadi di semua daerah kabupaten dan kota, alokasi refocusing. Diminta kepada insan Adhyaksa mendampingi satker yang memanfaatkan dana untuk penanganan Covid-19,” tandasnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/