alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Rutan Kraksaan Siapkan Tempat Khusus bagi Warga Binaan Positif HIV-TBC

KRAKSAAN, Radar Bromo- Kesehatan warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kraksaan terus jadi perhatian. Rabu (22/6), ratusan warga binaan kembali di-screening untuk mengantisipasi penyakit HIV dan TBC.

Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Bambang Irawan mengatakan, screening kali ini masuk tahap kedua. Tercatat ada 202 warga binaan pemasyarakatan (WBP) diperiksa. “Dari jumlah WBP yang ada, 202 WBP yang dilakukan screening. Hal ini untuk memastikan kondisi WBP,” katanya.

Sejauh ini, kata Bambang, tidak ditemukan WBP yang positif HIV maupun TBC. Jika nanti ditemukan WBP terjangkit HIV, akan dilakukan pengobatan lanjutan. Pihaknya juga akan menempatkan WBP tersebut di tempat khusus. Guna mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. “Kami sudah siapkan tempat khusus. Alhamdulillah sejauh ini negatif semua,” katanya.

Screening, kata Bambang, bertujuan menjaga kualitas kesehatan WBP. Baik melalui program kesehatan yang dilaksanakan maupun dengan berkolaborasi dengan dinas terkait.

Selain melakukan screening, saat ini Rutan Kraksaan masih melakukan pembatasan terhadap pengiriman barang kepada WBP dari pengunjung. Seperti, pembatasan pengiriman makanan dan pakaian.

“Pakaian kami batasi dua setel setiap WBP. Begitu juga makanan. Kami selalu cek dan periksa terlebih dulu. Hal ini upaya menjaga kesehatan WBP,” jelasnya. (mu/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo- Kesehatan warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kraksaan terus jadi perhatian. Rabu (22/6), ratusan warga binaan kembali di-screening untuk mengantisipasi penyakit HIV dan TBC.

Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Bambang Irawan mengatakan, screening kali ini masuk tahap kedua. Tercatat ada 202 warga binaan pemasyarakatan (WBP) diperiksa. “Dari jumlah WBP yang ada, 202 WBP yang dilakukan screening. Hal ini untuk memastikan kondisi WBP,” katanya.

Sejauh ini, kata Bambang, tidak ditemukan WBP yang positif HIV maupun TBC. Jika nanti ditemukan WBP terjangkit HIV, akan dilakukan pengobatan lanjutan. Pihaknya juga akan menempatkan WBP tersebut di tempat khusus. Guna mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. “Kami sudah siapkan tempat khusus. Alhamdulillah sejauh ini negatif semua,” katanya.

Screening, kata Bambang, bertujuan menjaga kualitas kesehatan WBP. Baik melalui program kesehatan yang dilaksanakan maupun dengan berkolaborasi dengan dinas terkait.

Selain melakukan screening, saat ini Rutan Kraksaan masih melakukan pembatasan terhadap pengiriman barang kepada WBP dari pengunjung. Seperti, pembatasan pengiriman makanan dan pakaian.

“Pakaian kami batasi dua setel setiap WBP. Begitu juga makanan. Kami selalu cek dan periksa terlebih dulu. Hal ini upaya menjaga kesehatan WBP,” jelasnya. (mu/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/