alexametrics
24.6 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

PPJ Kabupaten Probolinggo Ditarget Naik Rp 2,5 M Jadi Rp 27,5 M

DRINGU, Radar Bromo Pemkab Probolinggo terus berupaya mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya dari sektor pajak penerangan jalan (PPJ). Tahun ini, Pemkab menargetkan ada kenaikan Rp 2,5 miliar.

Kepala Bidang Pendapatan Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Probolinggo Ofie Agustin mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan PAD dari PPJ naik menjadi Rp 27,5 miliar. “Tahun lalu realisasinya sekitar Rp 25 miliar. Kami targetkan tahun ini ada kenaikan Rp 2,5 miliar,” katanya.

Untuk memenuhi target itu, BPKKAD melalui Bidang Pendapatan terus melakukan sejumlah terobosan. Serta, bersinergi dengan dengan PLN. Kemarin (22/6), Bidang Pendapatan mengumpulkan perwakilan dari 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

“Kami melakukan sosialisasi pembayaran listrik tepat waktu sebelum tanggal 20 setiap bulannya. Juga menyosialisasikan PLN Mobile kepada seluruh warga melalui pihak 24 kecamatan. Dalam acara itu, kami juga melakukan evaluasi capaian PBB-P2 serta updating data objek pajak PBB-P2,” katanya.

Selain menghadirkan perwakilan dari masing-masing kecamatan, selanjutnya Bidang Pendapatan juga akan mengeluarkan surat edaran (SE) kepada masyarakat. Terkait imbauan untuk membayar listrik tepat waktu sebelum tanggal 20 dalam setiap bulannya. “Dengan tertib membayar listrik, masyarakat telah berperan aktif menyumbang PAD Kabupaten Probolinggo,” katanya.

PAD ini berasal dari persentase capaian pembayaran listrik yang dilakukan warga se-Kabupaten Probolinggo. Ia berharap seluruh warga bisa tertib membayar listrik tepat waktu sebelum tanggal 20 dalam tiap bulannya.

“Bayar listrik tepat waktu juga merupakan bentuk dukungan agar pasokan listrik di daerah terus terjamin. Sebab, salah satu sumber operasional PLN dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat berasal dari pembayaran rekening listrik tiap bulannya,” jelasnya. (uno/rud)

DRINGU, Radar Bromo Pemkab Probolinggo terus berupaya mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya dari sektor pajak penerangan jalan (PPJ). Tahun ini, Pemkab menargetkan ada kenaikan Rp 2,5 miliar.

Kepala Bidang Pendapatan Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Probolinggo Ofie Agustin mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan PAD dari PPJ naik menjadi Rp 27,5 miliar. “Tahun lalu realisasinya sekitar Rp 25 miliar. Kami targetkan tahun ini ada kenaikan Rp 2,5 miliar,” katanya.

Untuk memenuhi target itu, BPKKAD melalui Bidang Pendapatan terus melakukan sejumlah terobosan. Serta, bersinergi dengan dengan PLN. Kemarin (22/6), Bidang Pendapatan mengumpulkan perwakilan dari 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

“Kami melakukan sosialisasi pembayaran listrik tepat waktu sebelum tanggal 20 setiap bulannya. Juga menyosialisasikan PLN Mobile kepada seluruh warga melalui pihak 24 kecamatan. Dalam acara itu, kami juga melakukan evaluasi capaian PBB-P2 serta updating data objek pajak PBB-P2,” katanya.

Selain menghadirkan perwakilan dari masing-masing kecamatan, selanjutnya Bidang Pendapatan juga akan mengeluarkan surat edaran (SE) kepada masyarakat. Terkait imbauan untuk membayar listrik tepat waktu sebelum tanggal 20 dalam setiap bulannya. “Dengan tertib membayar listrik, masyarakat telah berperan aktif menyumbang PAD Kabupaten Probolinggo,” katanya.

PAD ini berasal dari persentase capaian pembayaran listrik yang dilakukan warga se-Kabupaten Probolinggo. Ia berharap seluruh warga bisa tertib membayar listrik tepat waktu sebelum tanggal 20 dalam tiap bulannya.

“Bayar listrik tepat waktu juga merupakan bentuk dukungan agar pasokan listrik di daerah terus terjamin. Sebab, salah satu sumber operasional PLN dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat berasal dari pembayaran rekening listrik tiap bulannya,” jelasnya. (uno/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/