alexametrics
24.2 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Pasokan Minyak Goreng Curah Makin Langka di Probolinggo

Pihaknya juga sudah melakukan lobi-lobi ke Disperindag Provinsi Jawa Timur agar Kabupaten Probolinggo mendapat tambahan pasokan. Kini masih dilakukan pendataan terkait dengan kebutuhan pedagang di pasar-pasar tradisional.

“Pendataan ini sangat diperlukan. Sebab, pada waktu pengiriman tangki sudah harus kosong. Sementara minyak goreng curah ini tidak tahan lama. Paling lama sekitar 10 hari. Berbeda dengan minyak goreng kemasan yang mampu bertahan hingga 1 tahun,” terangnya.

Natsir menjelaskan, pemerintah telah menetapkan HET minyak goreng curah sebesar Rp 11.500 per liter. Lalu, minyak goreng kemasan medium Rp 13.500 per liter dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 per liter.

“Harga jual minyak goreng ini tidak boleh melebihi HET yang sudah ditetapkan. Apabila diketahui ada yang menjual di atas itu, akan dikenai sanksi administrasi dan bisa ditutup usahanya,” tegasnya.

Namun, saat ini pihaknya fokus menyelesaikan masalah kelangkaan minyak goreng curah di pasar tradisional. Sebab, menyangkut kebutuhan masyarakat banyak.

Natsir berkesimpulan bahwa kelangkaan minyak goreng curah ini terjadi karena berkurangnya pasokan. Oleh karena itu, pihaknya berkoordinasi agar pasokan ini lebih maksimal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu opsinya, memesan langsung ke pabrik dan langsung didistribusikan ke pasar-pasar.

“Rencananya kami akan menambah kuota pemesanan ke pabrik atau agennya dikoneksikan ke pabriknya. Hanya saja konsekuensinya harus bayar kontas. Namun, kita masih mencari mekanisme bagaimana tangki minyak goreng curah datang ke pasar tradisional dan langsung habis,” ungkapnya.

Pihaknya juga sudah melakukan lobi-lobi ke Disperindag Provinsi Jawa Timur agar Kabupaten Probolinggo mendapat tambahan pasokan. Kini masih dilakukan pendataan terkait dengan kebutuhan pedagang di pasar-pasar tradisional.

“Pendataan ini sangat diperlukan. Sebab, pada waktu pengiriman tangki sudah harus kosong. Sementara minyak goreng curah ini tidak tahan lama. Paling lama sekitar 10 hari. Berbeda dengan minyak goreng kemasan yang mampu bertahan hingga 1 tahun,” terangnya.

Natsir menjelaskan, pemerintah telah menetapkan HET minyak goreng curah sebesar Rp 11.500 per liter. Lalu, minyak goreng kemasan medium Rp 13.500 per liter dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 per liter.

“Harga jual minyak goreng ini tidak boleh melebihi HET yang sudah ditetapkan. Apabila diketahui ada yang menjual di atas itu, akan dikenai sanksi administrasi dan bisa ditutup usahanya,” tegasnya.

Namun, saat ini pihaknya fokus menyelesaikan masalah kelangkaan minyak goreng curah di pasar tradisional. Sebab, menyangkut kebutuhan masyarakat banyak.

Natsir berkesimpulan bahwa kelangkaan minyak goreng curah ini terjadi karena berkurangnya pasokan. Oleh karena itu, pihaknya berkoordinasi agar pasokan ini lebih maksimal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu opsinya, memesan langsung ke pabrik dan langsung didistribusikan ke pasar-pasar.

“Rencananya kami akan menambah kuota pemesanan ke pabrik atau agennya dikoneksikan ke pabriknya. Hanya saja konsekuensinya harus bayar kontas. Namun, kita masih mencari mekanisme bagaimana tangki minyak goreng curah datang ke pasar tradisional dan langsung habis,” ungkapnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/