alexametrics
29 C
Probolinggo
Monday, 8 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Hasil Panen Mangga Menurun, Sulit Penuhi Pasar Luar Daerah

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu penghasil mangga yang cukup diperhitungkan. Setiap tahun puluhan ribu ton dihasilkan dari kabupaten dengan 24 kecamatan ini. Namun sejak beberapa tahun belakangan, para pedagang mulai kesulitan untuk memenuhi permintaan pasar lantaran kualitasnya menurun.

Seperti diungkapkan oleh salah seorang pedagang mangga asal Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk, Suli Artawi, 65. Ia mengaku, sejak beberapa tahun belakangan kesulitan memenuhi permintaan mangga dari luar daerah. Sebab, kualitas mangga dalam daerah menurun.

“Saat ini kualitasnya menurun. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan pasar luar daerah saya mengambil dari luar daerah seperti Bali, Ponorogo, Nganjuk, Jombang, dan Situbondo. Tak jarang saat saya memasok barang dari sana, digojloki oleh para pedagang di sana. Mereka bilang, katanya Probolinggo Kota Mangga, kenapa mengambil ke sini,” ujarnya.

Suli mengaku bisa mengirim mangga antara 2 sampai 4 kali dalam seminggu. Setiap pekan, sedikitnya mengirimkan 1 ton mangga. Ketika musim mangga, pengiriman bisa mencapai 24 ton per minggu.

“Pengiriman dilakukan ke luar daerah. Seperti, Medan, Jakarta, dan Bogor. Bahkan, ke luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura. Kalau dulu, pada 2005-2008 tidak sulit memenuhi kebutuhan pasar. Namun saat ini sangat sulit,” ujarnya.

Ia meyebutkan, adanya penurunan kualitas mangga itu disebabkan hama dan perawatan yang kurang maksimal. Selain itu, beberapa lahan yang dulunya ditanami mangga sudah banyak beralih fungsi.

“Sekitar 80 persen saya ambil dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan pasar. Jika dihitung, dari 1 ton mungkin hanya dua kuintal yang dapat dikirim keluar daerah dari mangga sini. Kami harap ada perhatian dari pemerintah terhadap mangga ini. Sebab, ini juga menjadi ikon daerah sendiri,” ujarnya.

Kabid Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Nurul Komariah mengatakan, menurunnya kualitas mangga diakibatkam beberapa faktor. Salah satunya pola perawatan dan umur pohon mangga itu sendiri.

“Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas. Tentunya dari perawatan para petani sendiri. Selain itu, umur tanamannya juga berpengaruh dan kualitas bibit sebelum ditanam,” ujarnya. (mu/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu penghasil mangga yang cukup diperhitungkan. Setiap tahun puluhan ribu ton dihasilkan dari kabupaten dengan 24 kecamatan ini. Namun sejak beberapa tahun belakangan, para pedagang mulai kesulitan untuk memenuhi permintaan pasar lantaran kualitasnya menurun.

Seperti diungkapkan oleh salah seorang pedagang mangga asal Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk, Suli Artawi, 65. Ia mengaku, sejak beberapa tahun belakangan kesulitan memenuhi permintaan mangga dari luar daerah. Sebab, kualitas mangga dalam daerah menurun.

“Saat ini kualitasnya menurun. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan pasar luar daerah saya mengambil dari luar daerah seperti Bali, Ponorogo, Nganjuk, Jombang, dan Situbondo. Tak jarang saat saya memasok barang dari sana, digojloki oleh para pedagang di sana. Mereka bilang, katanya Probolinggo Kota Mangga, kenapa mengambil ke sini,” ujarnya.

Mobile_AP_Half Page

Suli mengaku bisa mengirim mangga antara 2 sampai 4 kali dalam seminggu. Setiap pekan, sedikitnya mengirimkan 1 ton mangga. Ketika musim mangga, pengiriman bisa mencapai 24 ton per minggu.

“Pengiriman dilakukan ke luar daerah. Seperti, Medan, Jakarta, dan Bogor. Bahkan, ke luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura. Kalau dulu, pada 2005-2008 tidak sulit memenuhi kebutuhan pasar. Namun saat ini sangat sulit,” ujarnya.

Ia meyebutkan, adanya penurunan kualitas mangga itu disebabkan hama dan perawatan yang kurang maksimal. Selain itu, beberapa lahan yang dulunya ditanami mangga sudah banyak beralih fungsi.

“Sekitar 80 persen saya ambil dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan pasar. Jika dihitung, dari 1 ton mungkin hanya dua kuintal yang dapat dikirim keluar daerah dari mangga sini. Kami harap ada perhatian dari pemerintah terhadap mangga ini. Sebab, ini juga menjadi ikon daerah sendiri,” ujarnya.

Kabid Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Nurul Komariah mengatakan, menurunnya kualitas mangga diakibatkam beberapa faktor. Salah satunya pola perawatan dan umur pohon mangga itu sendiri.

“Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas. Tentunya dari perawatan para petani sendiri. Selain itu, umur tanamannya juga berpengaruh dan kualitas bibit sebelum ditanam,” ujarnya. (mu/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2