alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Kabupaten Probolinggo Masih Termiskin Keempat Se Jatim

KRAKSAAN, Radar Bromo – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim telah menetapkan hasil statistik data kemiskinan kabupaten/Kota se Jawa Timur (Jatim). Hasil data akhir 2019, Kabupaten Probolinggo, masuk daerah termiskin keempat 4 se Jatim.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, predikat kemiskinan itu, sama dengan hasil statistik di tahun sebelumnya. Tahun 2018, Kabupaten Probolinggo juga jadi daerah termiskin keempat.

Tahun ini, Kabupaten Probolinggo bersama empat daerah lain ada di posisi lima terbawah atau termiskin. Termiskin pertama Kabupaten Sampang. Lalu berturut-turut, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Probolinggo dan kelima Kabupaten Tuban.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian saat dikonfirmasi membenarkan rilis BPS Provinsi Jatim tersebut. Kabupaten Probolinggo masih tetap berada di urutan keempat termiskin se-Jatim.

Menurut Yulius, ada banyak indikator dan faktor yang membuat Kabupaten Probolinggo berada di urutan keempat termiskin se Jatim. Mulai faktor pendapatan, luas wilayah, data makanan dan non makanan.

”Banyak faktor yang mempengaruhi. Pengaruh paling besar, disparitas atau perbedaan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Terus acuan garis kemiskinan tiap daerah itu tidak sama,” ujarnya.

Yulius mengungkapkan, acuan garis kemiskinan kebutuhan makanan berbeda. Tiap Kabupaten/Kota satu dengan lainnya tidak sama. Seperti di Kabupaten Probolinggo, disebut miskin kalau biaya pengeluaran untuk makan per bulannya di bawah Rp 417 ribu. Nah, di Kabupaten/Kota lainnya, angka pengeluaran untuk makan itu berbeda.

”Pengaruh harga makan di Kabupaten Probolinggo masih tinggi. Yaitu sekitar Rp 417 ribu per bulannya. Kalau di daerah lain ada yang Rp 300 ribu,” ungkapnya. (mas/hn)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim telah menetapkan hasil statistik data kemiskinan kabupaten/Kota se Jawa Timur (Jatim). Hasil data akhir 2019, Kabupaten Probolinggo, masuk daerah termiskin keempat 4 se Jatim.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, predikat kemiskinan itu, sama dengan hasil statistik di tahun sebelumnya. Tahun 2018, Kabupaten Probolinggo juga jadi daerah termiskin keempat.

Tahun ini, Kabupaten Probolinggo bersama empat daerah lain ada di posisi lima terbawah atau termiskin. Termiskin pertama Kabupaten Sampang. Lalu berturut-turut, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Probolinggo dan kelima Kabupaten Tuban.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian saat dikonfirmasi membenarkan rilis BPS Provinsi Jatim tersebut. Kabupaten Probolinggo masih tetap berada di urutan keempat termiskin se-Jatim.

Menurut Yulius, ada banyak indikator dan faktor yang membuat Kabupaten Probolinggo berada di urutan keempat termiskin se Jatim. Mulai faktor pendapatan, luas wilayah, data makanan dan non makanan.

”Banyak faktor yang mempengaruhi. Pengaruh paling besar, disparitas atau perbedaan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Terus acuan garis kemiskinan tiap daerah itu tidak sama,” ujarnya.

Yulius mengungkapkan, acuan garis kemiskinan kebutuhan makanan berbeda. Tiap Kabupaten/Kota satu dengan lainnya tidak sama. Seperti di Kabupaten Probolinggo, disebut miskin kalau biaya pengeluaran untuk makan per bulannya di bawah Rp 417 ribu. Nah, di Kabupaten/Kota lainnya, angka pengeluaran untuk makan itu berbeda.

”Pengaruh harga makan di Kabupaten Probolinggo masih tinggi. Yaitu sekitar Rp 417 ribu per bulannya. Kalau di daerah lain ada yang Rp 300 ribu,” ungkapnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/