alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

DPKH Kab Probolinggo Distribusikan 770 PMT di Desa Lokus Stunting

Kasus stunting tak luput dari perhatian Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo. Selama dua bulan mulai September-Oktober 2020, DPKH menggelar Sosialisasi dan Pemberian Paket Makanan Tambahan (PMT) kepada Balita Stunting.

 

ADA 9 desa lokus stunting yang menjadi lokasi Sosialisasi dan Pemberian PMT kepada Balita Stunting dalam Kegiatan Pelayanan Kesehatan Promotif melalui Gerakan Makan Produk Olahan Hasil Peternakan tahun 2020. Sembilan desa itu tersebar di 6 kecamatan.

Kegiatan diawali di Desa Kalikajar Kulon, Kecamatan Paiton, pada 21 September lalu dan berakhir di Desa Banyuanyar Tengah, Kecamatan Banyuanyar, kemarin (21/10). Selama kegiatan, DPKH Kabupaten Probolinggo melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes), Puskesmas, dan Kader Posyandu di masing-masing desa.

PROKES: Selain memakai masker, dalam setiap kegiatan juga menerapkan jaga jarak. Serta, membatasi jumlah penerima program menjadi 30 persen. Sisanya diantar ke rumah masing-masing. (DPKH for Jawa Pos Radar Bromo)

 

Sesuai nama kegiatan, sebelum pembagian PMT, acara diawali dengan sosialisasi. Terkait penanganan stunting hingga pentingnya memberikan makanan bergizi kepada balita. Sosialisasi disampaikan narasumber dari Dinkes dan DPKH Kabupaten Probolinggo.

Ada 770 balita sasaran dari 9 desa lokus yang mendapatkan PMT. Makanan yang diberikan merupakan produk olahan hasil peternakan. Terdiri dari susu pausterisasi 500 mililiter, abon ayam 250 gram, nugget ayam 250 gram, dan 6 butir telur asin. Serta, leaflet tentang produk hasil peternakan dan manfaatnya.

SOSIALISASI: Kasi Pengolahan dan Pemasaran DPKH Kabupaten Probolinggo Wakhidah Sofiati, S.Pt., memberikan sosialisasi terkait stunting dan makanan bergizi di Desa Pandansari, Kecamatan Sumber. (DPKH for Jawa Pos Radar Bromo)

 

Di tengah pandemi Covid-19, kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Dari setiap desa, dihadiri 30 persen balita sasaran didampingi ibunya. Sisanya, Kader Posyandu mengantarkan PMT-nya ke rumah masing-masing balita sasaran. Selain itu, setiap kegiatan juga menerapkan jaga jarak, cuci tangan, dan wajib memakai masker.

Kepala Dinas DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi, SP., M.MA., mengatakan, berdasarkan data timbang bayi bulan Februari 2018, ada 18 desa di kabupaten yang menjadi lokus stunting. Dari jumlah itu, program kegiatan tahun ini dibagi dengan Dinas Perikanan.

PENYERAHAN: Lembaga Pembina Posyandu Desa Kalikajar Kulon, Kecamatan Paiton, menyerahkan paket PMT kepada ibu dan balitanya. (DPKH for Jawa Pos Radar Bromo)

 

“DPKH Kabupaten Probolinggo melaksanakan program kegiatan selama dua bulan, sejak 21 September hingga 21 Oktober. Total kami membagikan 770 PMT berupa produk olahan hasil peternakan. Jumlah itu, berdasarkan jumlah balita stunting di 9 desa yang menjadi sasaran kegiatan kami,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan mendukung bidang kesehatan. Salah satunya dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Probolinggo. Serta, memberikan contoh PMT yang bergizi tinggi kepada ibu balita. “Harapannya, dengan adanya kegiaatan ini, angka stunting bisa terus menurun. Bahkan, menjadi nol,” katanya.

BERGIZI: Kasi Pengolahan dan Pemasaran DPKH Kabupaten Probolinggo Wakhidah Sofiati, S.Pt., menyerahkan PMT kepada LPP Desa Nogosaren, Kecamatan Gading. (DPKH for Jawa Pos Radar Bromo)

 

Ia menambahkan, produk olahan hasil peternakan yang dibagikan kepada para balita itu berasal dari pelaku usaha pengolahan hasil peternakan di Kabupaten Probolinggo. Mereka merupakan binaan dari DPKH. “Selain menangani desa stunting, kami juga ikut memasarkan produknya dan melakukan pendampingan kepada pelaku usaha binaan itu,” ujar Yahyadi.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami, SKM., M.ARS., mengatakan, permasalahan stunting harus menjadi perhatian banyak pihak. Termasuk masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu balita.

SOSIALISASI: Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Sri Wahyu Utami, SKM., M.ARS., memberikan sosialisasi di Desa Banyuanyar Tengah. (DPKH for Jawa Pos Radar Bromo)

 

“Karena, stunting ini juga berkaitan dengan 1.000 hari pertama kehidupan. Yakni, dimulai pada masa kehamilan hingga balita berusia dua tahun. Terima kasih kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang ikut aktif menyelesaikan masalah stunting ini,” katanya. (uno/adv)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.