alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Bansos Tahap 3 Cair Meski Terlambat, Penerima Juga Berkurang

DRINGU, Radar Bromo – Bantuan sosial (bansos) Covid-19 tahap ketiga dari Pemkot Probolinggo, akhirnya cair setelah telat 3 bulan. Selain telat, jumlah penerima bansos untuk tahap ketiga berupa beras ini semakin sedikit.

“Bantuan sosial Covid tahap tiga sudah disalurkan sejak Jumat 16 Oktober lalu. Targetnya, minggu ini bisa tersalurkan kepada warga yang berhak menerima,” ujar Kepala Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak, Kota Probolinggo, Zainullah, Rabu (21/10).

Sebelum bansos tahap ketiga disalurkan, Dinsos telah memverifikasi ulang para penerima tahap kedua. Hasilnya, ada penerima yang dihapus karena telah menerima bantuan dari Pemerintah Pusat.

“Memang penerima bansos tahap ketiga berkurang, tapi sedikit. Dalam tahap kedua yang menerima bansos sebanyak 36.700, tahap ketiga sebanyak 35.856 KK,” jelasnya.

Bansos ini berupa beras sebanyak 15 kilogram. Bantuan tahap ketiga ini seharusnya diterima masyarakat pada Juli lalu. Namun, karena ada proses evaluasi dan perubahan regulasi, penyalurannya jadi telat. “Regulasi yang berubah ini mengharuskan kami berhati-hati dalam proses penyalurannya,” ujar Zainullah.

Selain bansos yang bersuber dari Pemkot, ada juga bantuan beras bagi para penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Total, ada 8.546 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Probolinggo. Mereka tersebar di 5 kecamatan dan mendapatkan bantuan beras 45 kilogram.

“Bantuan PKH ini selama 3 bulan. Yaitu, Agustus, September, dan Oktober. Setiap bulan 15 kilogram, jadi didapat 45 kilogram,” ujar Zainullah.

Menurutnya, penyaluran bansos PKH ini dilakukan oleh Kementerian Sosial dengan menggendeng pihak ketiga. Beras yang disalurkan berasal dari Bulog dengan kualitas medium. (put/rud)

DRINGU, Radar Bromo – Bantuan sosial (bansos) Covid-19 tahap ketiga dari Pemkot Probolinggo, akhirnya cair setelah telat 3 bulan. Selain telat, jumlah penerima bansos untuk tahap ketiga berupa beras ini semakin sedikit.

“Bantuan sosial Covid tahap tiga sudah disalurkan sejak Jumat 16 Oktober lalu. Targetnya, minggu ini bisa tersalurkan kepada warga yang berhak menerima,” ujar Kepala Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak, Kota Probolinggo, Zainullah, Rabu (21/10).

Sebelum bansos tahap ketiga disalurkan, Dinsos telah memverifikasi ulang para penerima tahap kedua. Hasilnya, ada penerima yang dihapus karena telah menerima bantuan dari Pemerintah Pusat.

“Memang penerima bansos tahap ketiga berkurang, tapi sedikit. Dalam tahap kedua yang menerima bansos sebanyak 36.700, tahap ketiga sebanyak 35.856 KK,” jelasnya.

Bansos ini berupa beras sebanyak 15 kilogram. Bantuan tahap ketiga ini seharusnya diterima masyarakat pada Juli lalu. Namun, karena ada proses evaluasi dan perubahan regulasi, penyalurannya jadi telat. “Regulasi yang berubah ini mengharuskan kami berhati-hati dalam proses penyalurannya,” ujar Zainullah.

Selain bansos yang bersuber dari Pemkot, ada juga bantuan beras bagi para penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Total, ada 8.546 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Probolinggo. Mereka tersebar di 5 kecamatan dan mendapatkan bantuan beras 45 kilogram.

“Bantuan PKH ini selama 3 bulan. Yaitu, Agustus, September, dan Oktober. Setiap bulan 15 kilogram, jadi didapat 45 kilogram,” ujar Zainullah.

Menurutnya, penyaluran bansos PKH ini dilakukan oleh Kementerian Sosial dengan menggendeng pihak ketiga. Beras yang disalurkan berasal dari Bulog dengan kualitas medium. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/