alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

MUI Sepakat Edaran Kemenag soal Pembatasan Kegiatan Keagamaan

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Melonjaknya Covid-19 di sejumlah wilayah belakangan ini, membuat Kemenag RI mengeluarkan surat edaran (SE). Isinya tentang pembatasan pelaksanaan kegiatan keagamaan di rumah ibadat di masing-masing daerah.

SE tersebut direspons dari MUI Kabupaten Probolinggo. MUI menilai, edaran tersebut adalah bagian antisipasi agar penularan tersebut tak sampai menjalar pada warga setempat.

“Sebenarnya itu suatu bentuk upaya pemerintah dalaman menekan penyebaran wabah. Tentu kami dari MUI, menyepakati adanya SE itu. Agar masyarakat benar-benar terjaga dari penyakit covid-19,” ujar Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo, Yasin.

Ia menyampaikan, SE tersebut guna untuk menerapkan kembali upaya yang telah dilakukan pemerintah dulu, yaitu menerapakan protokol kesehatan di berbagai tempat. Termasuk tempat ibadah. Di antaranya dengan membatasi jumlah dan jarak antar perorangan. Dengan begitu diharapkan mampu untuk menekan penyebaran wabah.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Ahmad Sruji Bahtiar menyampaikan, sesuai arahan dan petunjuk dalam SE tersebut, pihaknya meminta pada seluruh jajarannya dari tingkat atas hingga bawah untuk ikut terlibat. Dia meminta, baik petugas kemenag, KUA di masing-masing kecamatan, hingga penyuluh, untuk ikut menyosialisasikan pada masyarakat.

“Dengan begitu penerapan prokol kesehatan bisa dilaksanakam secara baik,” ujarnya. (mu/fun)

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Melonjaknya Covid-19 di sejumlah wilayah belakangan ini, membuat Kemenag RI mengeluarkan surat edaran (SE). Isinya tentang pembatasan pelaksanaan kegiatan keagamaan di rumah ibadat di masing-masing daerah.

SE tersebut direspons dari MUI Kabupaten Probolinggo. MUI menilai, edaran tersebut adalah bagian antisipasi agar penularan tersebut tak sampai menjalar pada warga setempat.

“Sebenarnya itu suatu bentuk upaya pemerintah dalaman menekan penyebaran wabah. Tentu kami dari MUI, menyepakati adanya SE itu. Agar masyarakat benar-benar terjaga dari penyakit covid-19,” ujar Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo, Yasin.

Ia menyampaikan, SE tersebut guna untuk menerapkan kembali upaya yang telah dilakukan pemerintah dulu, yaitu menerapakan protokol kesehatan di berbagai tempat. Termasuk tempat ibadah. Di antaranya dengan membatasi jumlah dan jarak antar perorangan. Dengan begitu diharapkan mampu untuk menekan penyebaran wabah.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Ahmad Sruji Bahtiar menyampaikan, sesuai arahan dan petunjuk dalam SE tersebut, pihaknya meminta pada seluruh jajarannya dari tingkat atas hingga bawah untuk ikut terlibat. Dia meminta, baik petugas kemenag, KUA di masing-masing kecamatan, hingga penyuluh, untuk ikut menyosialisasikan pada masyarakat.

“Dengan begitu penerapan prokol kesehatan bisa dilaksanakam secara baik,” ujarnya. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/