alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Dinkes: Vaksin AstraZeneca Bisa Timbulkan Demam

KRAKSAAN, Radar Bromo – Vaksinasi AstraZeneca kepada pelayan publik dan warga lanjut usia (lansia) di Kabupaten Probolinggo, hingga saat ini terus dilakukan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memastikan vaksin AstraZeneca CTMAV545 dan CTMAV546 aman disutikkan kepada masyarakat. Namun, akan menimbulkan efek samping, seperti demam dan agak sakit.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo Mujoko mengatakan, ada penghentian sementara distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca CTMAV547.

Sebab, ditengarai ada kasus di Jakarta, sehingga perlu dievaluasi. Karenanya, perlu dilakukan pengujian toksisitas dan sterilitas oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan keamanan vaksin ini.

“Sementara vaksin AstraZeneca CTMAV547 sementara dihentikan. Memang permintaan dari BPOM,” ujarnya. Sedangkan, untuk AstraZeneca CTMAV545 dan CTMAV546, dirasa lebih aman, sehingga tidak perlu dihentikan. Baik distribusi maupun kegiatan vaksinasi terhadap masyarakat.

Penghentian yang dilakukan merupakan bentuk prinsip kehati-hatian. Karena ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), maka vaksin tersebut perlu dievaluasi.

Kata Mujoko, yang dihentikan sementara khusus vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547. Sementara, untuk AstraZeneca CTMAV545 dan CTMAV546 yang diberikan kepada masyarakat selama ini tidak ada masalah. Namun, vaksin ini akan menimbulkan efek samping, seperti demam dan agak sakit. Selesai penyuntikan, langsung diberikan obat agar efek yang ditimbulkan hilang.

“AstraZeneca yang disuntikkan aman. Paling sehari atau setengah hari saja. Setelah itu, normal kembali tidak ada masalah. Biasanya pada suntikan kedua tidak ada efek apapun,” jelas Mujoko. (ar/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Vaksinasi AstraZeneca kepada pelayan publik dan warga lanjut usia (lansia) di Kabupaten Probolinggo, hingga saat ini terus dilakukan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memastikan vaksin AstraZeneca CTMAV545 dan CTMAV546 aman disutikkan kepada masyarakat. Namun, akan menimbulkan efek samping, seperti demam dan agak sakit.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo Mujoko mengatakan, ada penghentian sementara distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca CTMAV547.

Sebab, ditengarai ada kasus di Jakarta, sehingga perlu dievaluasi. Karenanya, perlu dilakukan pengujian toksisitas dan sterilitas oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan keamanan vaksin ini.

“Sementara vaksin AstraZeneca CTMAV547 sementara dihentikan. Memang permintaan dari BPOM,” ujarnya. Sedangkan, untuk AstraZeneca CTMAV545 dan CTMAV546, dirasa lebih aman, sehingga tidak perlu dihentikan. Baik distribusi maupun kegiatan vaksinasi terhadap masyarakat.

Penghentian yang dilakukan merupakan bentuk prinsip kehati-hatian. Karena ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), maka vaksin tersebut perlu dievaluasi.

Kata Mujoko, yang dihentikan sementara khusus vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547. Sementara, untuk AstraZeneca CTMAV545 dan CTMAV546 yang diberikan kepada masyarakat selama ini tidak ada masalah. Namun, vaksin ini akan menimbulkan efek samping, seperti demam dan agak sakit. Selesai penyuntikan, langsung diberikan obat agar efek yang ditimbulkan hilang.

“AstraZeneca yang disuntikkan aman. Paling sehari atau setengah hari saja. Setelah itu, normal kembali tidak ada masalah. Biasanya pada suntikan kedua tidak ada efek apapun,” jelas Mujoko. (ar/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/