alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Perbaikan Rumah Warga yang Ambruk di Alaspandan Tunggu Pendataan

PAKUNIRAN, Radar Bromo– Mohammad Hori, 35, harus sabar dulu. Rumah warga Desa Alaspandan, Kecamatan Pakuniran, yang rusak karena hujan deras dan angin kencang, belum bisa dibenahi secepatnya. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Probolinggo  masih melakukan pendataan.

“Kami masih menunggu hasil assessmen yang dilakukan. Jadi tidak sertamerta dilakukan penganan,” kata Kepala Dinas Perkim Uemar Syarif, Kamis (21/4).

Dari assessmen tersebut, nantinya Perkim akan melakukan rembuk. Apakah nanti penangananya akan menggunakan Biaya Tidak Terduga (BTT) atau dianggarkan saat perubahan APBD.

“Apakah akan di tangani oleh BPBD, bisa juga desa. Kalau misal menggunakan BTT itu kan tidak bisa diperbaiki secara keseluruhan. Sifatnya rehabilitasi,” katanya.

Sementara itu, Camat Pakuniran, Imron Rosyadi megatakan bahwa, pihaknya Kamis (21/2) siang telah mendatangi lokasi rumah ambruk tersebut. “Dengan tim Tagana kami datang. Penanganan sementara dilakukan dengan bersih-bersih atau kerja bakti di lokasi. Untuk lebih lanjut masih belum, tunggu hasil assessmen,” katanya.

Sementara itu, operator Desa Alaspandan Imron menyebutkan, adanya kejadian tersebut, penghuni rumah saat ini tidak lagi menempati rumahnya. Hori harus mengungsi ke rumah saudaranya.

Seperti diberitakan sebelumnya, rumah Hori ambruk saat hujan dan angin kencang menerpa wilayah setempat, Selasa (19/4). Saat kejadian Hori sempat tertimpa rumahnya, yang saat itu tengah tidur di dalam rumahnya. Akibatnya ia mengalami luka dibagian kepala. (mu/fun)

PAKUNIRAN, Radar Bromo– Mohammad Hori, 35, harus sabar dulu. Rumah warga Desa Alaspandan, Kecamatan Pakuniran, yang rusak karena hujan deras dan angin kencang, belum bisa dibenahi secepatnya. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Probolinggo  masih melakukan pendataan.

“Kami masih menunggu hasil assessmen yang dilakukan. Jadi tidak sertamerta dilakukan penganan,” kata Kepala Dinas Perkim Uemar Syarif, Kamis (21/4).

Dari assessmen tersebut, nantinya Perkim akan melakukan rembuk. Apakah nanti penangananya akan menggunakan Biaya Tidak Terduga (BTT) atau dianggarkan saat perubahan APBD.

“Apakah akan di tangani oleh BPBD, bisa juga desa. Kalau misal menggunakan BTT itu kan tidak bisa diperbaiki secara keseluruhan. Sifatnya rehabilitasi,” katanya.

Sementara itu, Camat Pakuniran, Imron Rosyadi megatakan bahwa, pihaknya Kamis (21/2) siang telah mendatangi lokasi rumah ambruk tersebut. “Dengan tim Tagana kami datang. Penanganan sementara dilakukan dengan bersih-bersih atau kerja bakti di lokasi. Untuk lebih lanjut masih belum, tunggu hasil assessmen,” katanya.

Sementara itu, operator Desa Alaspandan Imron menyebutkan, adanya kejadian tersebut, penghuni rumah saat ini tidak lagi menempati rumahnya. Hori harus mengungsi ke rumah saudaranya.

Seperti diberitakan sebelumnya, rumah Hori ambruk saat hujan dan angin kencang menerpa wilayah setempat, Selasa (19/4). Saat kejadian Hori sempat tertimpa rumahnya, yang saat itu tengah tidur di dalam rumahnya. Akibatnya ia mengalami luka dibagian kepala. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/