alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Pikap Muat Cabai Hilang Kendali di Kraksaan, Picu Tabrakan Beruntun

KRAKSAAN, Radar Bromo-Perjalanan Gatot Tristanto mengantar cabai, Selasa malam berujung tragedi. Itu setelah pikap yang disopirinya hilang kendali hingga menabrak 3 mobil di jalan raya pantura Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Selasa malam (22/3).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 18.30. Saat itu, pikap warna putih bernopol AG 9118 EF, yang dikemudikan oleh Gatot, warga Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri melaju kencang dari arah barat ke timur.

Sesampainya di lokasi kejadian, pikap muat cabai itu hilang kendali. Pikap menabrak pikap Gran Max warna hitam-merah muda, bernopol N 8836 NB, yang berada di depannya.

Tak berhenti disitu. Gran Max menabrak Kijang Innova warna hitam bernopol P 17 AK dan Innova warna putih bernopol BG 1972 IL, yang dikendarai oleh Norman, 48, warga Kelurahan Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat, Kota Palembang.

Ketiga mobil itu tengah berhenti karena ada truk yang hendak masuk ke selep padi. “Saya hendak berlibur ke Bali. Namun sesampai di sini saat berhenti, tiba-tiba terasa ada yang nabrak dari belakang. Sampai membuat anak saya yang sedang istirahat di kursi belakang menangis,” kata Norman, pengemudi mobil Kijang Inova nopol BG 1972 IL, asal Palembang.

Saat ia keluar, mobilnya memang tertabrak pikap. Hingga bagian bodi belakang mobilnya alami ringsek. Ia pun mengurungkan niat liburan.

“Terpaksa pulang, mau gimana lagi? Anak saya sudah takut. Rencananya hendak berliburan ke Bali. Tapi kondisi mobil sudah seperti ini, tidak ada pilihan lain,” kata Norman.

Sementara itu, Anggota unit laka pada Satlantas Polres Probolinggo, Brigpol Imam Zainuddin menerangkan, kecelakaan beruntun itu dikarenakan pikap Traga yang muat cabai itu tidak menjaga jarak aman. “Kemungkinan kehilangan kendali. Dan, tidak menjaga jarak. Syukur, tidak ada korban jiwa dan hanya kerugian materil,” jelasnya. (mu/mie)

KRAKSAAN, Radar Bromo-Perjalanan Gatot Tristanto mengantar cabai, Selasa malam berujung tragedi. Itu setelah pikap yang disopirinya hilang kendali hingga menabrak 3 mobil di jalan raya pantura Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Selasa malam (22/3).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 18.30. Saat itu, pikap warna putih bernopol AG 9118 EF, yang dikemudikan oleh Gatot, warga Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri melaju kencang dari arah barat ke timur.

Sesampainya di lokasi kejadian, pikap muat cabai itu hilang kendali. Pikap menabrak pikap Gran Max warna hitam-merah muda, bernopol N 8836 NB, yang berada di depannya.

Tak berhenti disitu. Gran Max menabrak Kijang Innova warna hitam bernopol P 17 AK dan Innova warna putih bernopol BG 1972 IL, yang dikendarai oleh Norman, 48, warga Kelurahan Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat, Kota Palembang.

Ketiga mobil itu tengah berhenti karena ada truk yang hendak masuk ke selep padi. “Saya hendak berlibur ke Bali. Namun sesampai di sini saat berhenti, tiba-tiba terasa ada yang nabrak dari belakang. Sampai membuat anak saya yang sedang istirahat di kursi belakang menangis,” kata Norman, pengemudi mobil Kijang Inova nopol BG 1972 IL, asal Palembang.

Saat ia keluar, mobilnya memang tertabrak pikap. Hingga bagian bodi belakang mobilnya alami ringsek. Ia pun mengurungkan niat liburan.

“Terpaksa pulang, mau gimana lagi? Anak saya sudah takut. Rencananya hendak berliburan ke Bali. Tapi kondisi mobil sudah seperti ini, tidak ada pilihan lain,” kata Norman.

Sementara itu, Anggota unit laka pada Satlantas Polres Probolinggo, Brigpol Imam Zainuddin menerangkan, kecelakaan beruntun itu dikarenakan pikap Traga yang muat cabai itu tidak menjaga jarak aman. “Kemungkinan kehilangan kendali. Dan, tidak menjaga jarak. Syukur, tidak ada korban jiwa dan hanya kerugian materil,” jelasnya. (mu/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/