alexametrics
24.7 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Pemkab Probolinggo Pantau Intensif 18 Desa Ini

KRAKSAAN, Radar Bromo – Tahapan Pemilihan Kepala Desa belum separo jalan. Potensi gesekan yang menyebabkan konflik masih mungkin terjadi. Karenanya Pemerintah Kabupaten Probolinggo tetap memantau kondusifitas 62 Desa yang akan melaksanakan Pilkades, khususnya desa yang memiliki calon 5 orang.

Pemantauan ini bukan tanpa alasan, situasi dan kondisi perpolitikan bergerak secara dinamis. Sehingga kemungkinan konflik antar pendukung dapat terjadi. Hal ini perlu diantisipasi agar gelaran Pilkades dapat berlangsung dengan aman dan terkendali.

“Tetap kami waspadai kemungkinan gejolak yang terjadi. Jika dulu, potensi terjadi karena ada cara menjatuhkan lawan. Saat ini potensi konflik terjadi bagaimana mendapatkan dukungan suara,” ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto.

Lanjut Ugas, pihaknya terus berkoordinasi dengan jajaran Muspika tempat Pilkades dilaksanakan. Selain itu juga bekerja sama dengan unsur TNI dan Polri untuk memantau perkembangan dan kondisi 62 desa khususnya 18 desa yang memiliki 5 calon kepala desa. Bahkan unsur TNI dan Kepolisian, setiap saat mengawal dengan ketat kondusivitas wilayah.

Uai penetapan calon kepala desa, menurut Ugas, situasi cenderung lebih adem. Bahkan prediksi puncak gesekan akan terjadi pada penetapan rupanya tidak terjadi. Setelah penetapan terdapat masa kampanye, namun hanya dilakukan secara elektronik dan online. Hal ini tentunya akan meminimalisir potensi gesekan antar pendukung calon kepala desa.

“Setelah penetapan cakades, suhu politik lebih dingin. Tapi tetap kami waspadai. Koordinasi tetap dilakukan dengan berbagai pihak,” pungkasnya.

Sebelumnya berhasil diperoleh beberapa calon kepala desa di antaranya terdapat 18 desa memiliki 5 peserta Cakades, 15 Desa memiliki 2 peserta Cakades, 17 Desa memiliki 3 peserta Cakades, dan 12 Desa memiliki 4 Peserta Cakades. Peserta Cakades ini nantinya akan berlomba mendapatkan dukungan terbanyak. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Tahapan Pemilihan Kepala Desa belum separo jalan. Potensi gesekan yang menyebabkan konflik masih mungkin terjadi. Karenanya Pemerintah Kabupaten Probolinggo tetap memantau kondusifitas 62 Desa yang akan melaksanakan Pilkades, khususnya desa yang memiliki calon 5 orang.

Pemantauan ini bukan tanpa alasan, situasi dan kondisi perpolitikan bergerak secara dinamis. Sehingga kemungkinan konflik antar pendukung dapat terjadi. Hal ini perlu diantisipasi agar gelaran Pilkades dapat berlangsung dengan aman dan terkendali.

“Tetap kami waspadai kemungkinan gejolak yang terjadi. Jika dulu, potensi terjadi karena ada cara menjatuhkan lawan. Saat ini potensi konflik terjadi bagaimana mendapatkan dukungan suara,” ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto.

Lanjut Ugas, pihaknya terus berkoordinasi dengan jajaran Muspika tempat Pilkades dilaksanakan. Selain itu juga bekerja sama dengan unsur TNI dan Polri untuk memantau perkembangan dan kondisi 62 desa khususnya 18 desa yang memiliki 5 calon kepala desa. Bahkan unsur TNI dan Kepolisian, setiap saat mengawal dengan ketat kondusivitas wilayah.

Uai penetapan calon kepala desa, menurut Ugas, situasi cenderung lebih adem. Bahkan prediksi puncak gesekan akan terjadi pada penetapan rupanya tidak terjadi. Setelah penetapan terdapat masa kampanye, namun hanya dilakukan secara elektronik dan online. Hal ini tentunya akan meminimalisir potensi gesekan antar pendukung calon kepala desa.

“Setelah penetapan cakades, suhu politik lebih dingin. Tapi tetap kami waspadai. Koordinasi tetap dilakukan dengan berbagai pihak,” pungkasnya.

Sebelumnya berhasil diperoleh beberapa calon kepala desa di antaranya terdapat 18 desa memiliki 5 peserta Cakades, 15 Desa memiliki 2 peserta Cakades, 17 Desa memiliki 3 peserta Cakades, dan 12 Desa memiliki 4 Peserta Cakades. Peserta Cakades ini nantinya akan berlomba mendapatkan dukungan terbanyak. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/