alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Cegah Korona, Dispendukcapil Kab Probolinggo Batasi Pelayanan

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Probolinggo, mulai membatasi pelayananan administrasi kependudukan (adminduk). Kebijakan pelayanan adminduk hanya diberikan kepada masyarakat yang memiliki kepentingan yang mendesak.

Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut surat edaran Bupati Probolinggo, perihal penyesuaian jam kerja Aparatur Sipil Negara dan instruksi dari Dirjen Dukcapil Kemendagri RI. Dalam upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). “Sejak kamis (19/3), kami sudah membatasi layanan sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus korona,” ujar Kepala Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo, Slamet Riyadi.

Saat ini layanan di kantor hanya diberikan kepada masyarakat yang memiliki kepentingan sangat mendesak dan sifatnya tidak bisa ditunda. Sedangkan, untuk masyarakat yang tidak memiliki kepentingan yang mendesak dapat menunda pengurusan administrasi kependudukan. “Jika masih bisa ditunda, maka tidak kami layani,” ujarnya.

Sebagai wujud alternatif pelayanan administrasi kependudukan, Dispendukcapil membuka layanan online menggunakan WhatsApp. Masyarakat dapat mengirimkan syarat yang dibutuhkan untuk pembuatan administrasi kependudukan pada nomor yang sudah disediakan.

“Untuk yang sifatnya tidak terlalu mendesak bisa menunda atau bisa melakukan pengurusan adminitrasi kependudukan melalui WhatsApp petugas. Setelah jadi, nanti akan diberikan kepada pihak kecamatan,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan layanan via online hanya diberlakukan selama April atau menunggu edaran lanjutan untuk melakukan pelayanan normal seperti biasa. Kebijakan ini memiliki sisi positif, yakni dapat memberikan layanan dengan mudah.

Kebijakan yang diterapkan saat ini nantinya akan dievaluasi, apakah dapat diterapkan saat kondisi dalam keadaan normal. Pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan yang baik terkait dengan administrasi kependudukan.

“Di tengah keterbatasan seperti saat ini, kami mencoba ambil sisi positifnya. Bisa jadi pelayanan via online nantinya bisa terus diterapkan, mengingat cara ini lebih mudah. Untuk itu, kami akan evaluasi pelaksanaannya,” ujarnya. (ar/rud)

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Probolinggo, mulai membatasi pelayananan administrasi kependudukan (adminduk). Kebijakan pelayanan adminduk hanya diberikan kepada masyarakat yang memiliki kepentingan yang mendesak.

Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut surat edaran Bupati Probolinggo, perihal penyesuaian jam kerja Aparatur Sipil Negara dan instruksi dari Dirjen Dukcapil Kemendagri RI. Dalam upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). “Sejak kamis (19/3), kami sudah membatasi layanan sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus korona,” ujar Kepala Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo, Slamet Riyadi.

Saat ini layanan di kantor hanya diberikan kepada masyarakat yang memiliki kepentingan sangat mendesak dan sifatnya tidak bisa ditunda. Sedangkan, untuk masyarakat yang tidak memiliki kepentingan yang mendesak dapat menunda pengurusan administrasi kependudukan. “Jika masih bisa ditunda, maka tidak kami layani,” ujarnya.

Sebagai wujud alternatif pelayanan administrasi kependudukan, Dispendukcapil membuka layanan online menggunakan WhatsApp. Masyarakat dapat mengirimkan syarat yang dibutuhkan untuk pembuatan administrasi kependudukan pada nomor yang sudah disediakan.

“Untuk yang sifatnya tidak terlalu mendesak bisa menunda atau bisa melakukan pengurusan adminitrasi kependudukan melalui WhatsApp petugas. Setelah jadi, nanti akan diberikan kepada pihak kecamatan,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan layanan via online hanya diberlakukan selama April atau menunggu edaran lanjutan untuk melakukan pelayanan normal seperti biasa. Kebijakan ini memiliki sisi positif, yakni dapat memberikan layanan dengan mudah.

Kebijakan yang diterapkan saat ini nantinya akan dievaluasi, apakah dapat diterapkan saat kondisi dalam keadaan normal. Pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan yang baik terkait dengan administrasi kependudukan.

“Di tengah keterbatasan seperti saat ini, kami mencoba ambil sisi positifnya. Bisa jadi pelayanan via online nantinya bisa terus diterapkan, mengingat cara ini lebih mudah. Untuk itu, kami akan evaluasi pelaksanaannya,” ujarnya. (ar/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/