alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 4 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Usai Jemput Paksa Pasien Covid, 17 Warga Kalibuntu Diswab PCR  

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

Kraksaan, Radar Bromo –Setelah melakukan tracing, Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo akhirnya melakukan tes swab pada warga Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kamis (21/1). Tes dilakukan karena mereka ikut aksi jemput paksa jenazah Rodiyah, 47, warga Desa Kalibuntu yang positif Covid-19 di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Sabtu (16/1).

Setidaknya, dari 18 orang yang ikut tes swab PCR. Sebanyak 17 orang di antaranya selesai menjalani tes di kantor Desa Kalibuntu, sekira pukul 09.00.

Nuryakub, kepala Puskesmas Kraksaan mengatakan, tes swab PCR yang dilakukan kepada warga Kalibuntu tersebut sesuai dengan hasil tracing yang dilakukan pihaknya.  Ia menyebutkan, tidak semua orang yang ikut aksi jemput paksa di-swab.

Sebanyak 17 warga itu diharus ikut tes swab karena mereka melakukan kontak erat dengan jenazah. Seperti tidak menggunakan masker  dan berada di RSUD dalam waktu lama.

Tracing kami lakukan dengan mendatang rumah warga di desa Kalibuntu untuk mendapatkan informasi dan juga memberikan pemahaman perihal pentingnya tes swab. Belasan warga itu semuanya adalah yang kontak erat dengan jenazah. Sebetulnya ada 18 orang yang harus dites. Namun, satu tidak hadir,” ujarnya, Kamis (21/1).

Ia menjelaskan,  satu orang yang tidak hadir tersebut sedang hamil. Namun begitu, warga yang tidak hadir ini nantinya akan akan dites swab PCR saat Anenatal Care (ANC). Yakni, saat pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Kraksaan.

“Kondisinya karena bawaan hamil, jadi tidak dilakukan swab. Bawaan hamil biasanya mual lalu muntah. Namun begitu, tiap Minggu kami kan ada ANC. Jadi tes akan dilakukan di sana. Sebab kami juga ada program swab PCR,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Penegakan Keamanan dan Hukum Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, tes swab ini dilakukan guna mencegah persebaran Covid-19. Terutama setelah aksi penjemputan paksa jenazah. Sedangkan untuk hasil tes swab-nya akan diumumkan Minggu (24/1).

“Jadi, ini upaya kami untuk mencegah persebaran Covid-19. Untuk hasilnya akan diumumkan pada swab PCR kedua. Jadi, selain tes swab lagi, hasilnya akan diumumkan di sana,” ujarnya. (mu/hn)

 

Mobile_AP_Rectangle 1

Kraksaan, Radar Bromo –Setelah melakukan tracing, Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo akhirnya melakukan tes swab pada warga Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kamis (21/1). Tes dilakukan karena mereka ikut aksi jemput paksa jenazah Rodiyah, 47, warga Desa Kalibuntu yang positif Covid-19 di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Sabtu (16/1).

Setidaknya, dari 18 orang yang ikut tes swab PCR. Sebanyak 17 orang di antaranya selesai menjalani tes di kantor Desa Kalibuntu, sekira pukul 09.00.

Nuryakub, kepala Puskesmas Kraksaan mengatakan, tes swab PCR yang dilakukan kepada warga Kalibuntu tersebut sesuai dengan hasil tracing yang dilakukan pihaknya.  Ia menyebutkan, tidak semua orang yang ikut aksi jemput paksa di-swab.

Mobile_AP_Half Page

Sebanyak 17 warga itu diharus ikut tes swab karena mereka melakukan kontak erat dengan jenazah. Seperti tidak menggunakan masker  dan berada di RSUD dalam waktu lama.

Tracing kami lakukan dengan mendatang rumah warga di desa Kalibuntu untuk mendapatkan informasi dan juga memberikan pemahaman perihal pentingnya tes swab. Belasan warga itu semuanya adalah yang kontak erat dengan jenazah. Sebetulnya ada 18 orang yang harus dites. Namun, satu tidak hadir,” ujarnya, Kamis (21/1).

Ia menjelaskan,  satu orang yang tidak hadir tersebut sedang hamil. Namun begitu, warga yang tidak hadir ini nantinya akan akan dites swab PCR saat Anenatal Care (ANC). Yakni, saat pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Kraksaan.

“Kondisinya karena bawaan hamil, jadi tidak dilakukan swab. Bawaan hamil biasanya mual lalu muntah. Namun begitu, tiap Minggu kami kan ada ANC. Jadi tes akan dilakukan di sana. Sebab kami juga ada program swab PCR,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Penegakan Keamanan dan Hukum Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, tes swab ini dilakukan guna mencegah persebaran Covid-19. Terutama setelah aksi penjemputan paksa jenazah. Sedangkan untuk hasil tes swab-nya akan diumumkan Minggu (24/1).

“Jadi, ini upaya kami untuk mencegah persebaran Covid-19. Untuk hasilnya akan diumumkan pada swab PCR kedua. Jadi, selain tes swab lagi, hasilnya akan diumumkan di sana,” ujarnya. (mu/hn)

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2