Normalisasi dan Bersihkan Saluran Irigasi Supaya Banjir Tak Terjadi

KRAKSAAN, Radar Bromo – Memasuki musim hujan, normalisasi sungai memang sangat dibutuhkan untuk mencegah banjir. Bukan hanya sungai besar, normalisasi juga harus dilakukan terhadap aliran sungai, termasuk saluran irigasi.

Seperti yang dilakukan Minggu (19/1) misalnya. Normalisasi aliran air itu dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo. Normalisasi dilakukan di daerah irigasi Wringin, Desa Jabung Wetan, Kecamatan Paiton, di aliran sawah sepanjang 322 hektare, oleh puluhan anggota koordinator wilayah (Korwil) Besuk dan warga setempat.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Jalan dan Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Uria Lutvi Diarini mengatakan, normalisasi aliran air itu dilakukan guna menjaga aliran air agar tetap lancar. “Pembersihan dilakukan setelah selesai hujan. Sebab, biasanya setelah hujan banyak sampah dan benda lain yang menghalangi bendungan setempat,” ujarnya, Minggu (19/1).

PUPR sendiri memiliki 7 korwil yang membawahi seluruh aliran sungai milik PUPR. Termasuk bendungan besar maupun bendungan yang mengalirkan air ke sawah.

Seluruh korwil dilibatkan. Seperti Paiton yang membawahi aliran sungai Pakuniran dan sebelah timur; Korwil Besuk yang membawahi aliran sungai di Gading dan sekitarnya; Korwil Krejengan yang membawahi aliran sungai Kraksaan sampai Krucil; Korwil Pekalen yamg membawahi aliran sungai Pajarakan, Maron, hingga Tiris; Korwil Sebaung yamg membawahi sungai Kelaseman dan Gending; Korwil Probolinggo yang membawahi sungai Sumber, Tegalsiwalan, Dringu, dan perbatasan Gending; serta yang terakhir Korwil Sumberasih yang membawahi sungai Tongas, Lumbang, sampai Sumberasih.

“Kebetulan sejak hujan mengguyur Probolinggo, pembersihan sudah dilakukan di beberapa korwil. Seperti sungai di Dringu milik Korwil Probolinggo,” ujarnya.

Menurut Ria, sapaan akrabnya, pembersihan dan antisipasi banjir di sungai-sungai itu bukan hanya tanggung jawab Dinas PUPR saja. Namun, masyarakat juga harus ikut berperan serta. Minimal, tidak mudah membuang sampah di sungai.

“Personel kami yang semakin sedikit disebabkan banyak yang pensiun, maka pelestarian sungai tambah sulit. Maka dari itu, peran masyarakat juga penting dalam hal pelestarian sungai,” ujarnya. (mg1/fun)