alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

PAD dari Sektor Pariwisata Masih Kurang Setengah Miliar

DRINGU, Radar Bromo – Pandemi Covid-19 membuat Pemkab Probolinggo menurunkan target Pendapat Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata jadi separo dari target awal tahun. Meski begitu, untuk memenuhi target evaluasi itu, sejauh ini masih susah. Hingga masuk mendekati akhir November ini, realisasi PAD pariwisata masih kurang sekitar setengah miliar.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, di APBD induk 2020, PAD sektor pariwisata ditargetkan mencapai

sekitar Rp 2,6 Miliar. Setelah pandemi hingga membuat sejumlah tempat wisata ditutup sejak Maret lalu dan baru dibuka September lalu, target PAD itu diturunkan separo menjadi Rp 1,33 Miliar.

Namun, untuk memenuhi target itu juga tak mudah. Kabid Pariwisata pada Disporaparbud Dian Cahyo Prabowo mengatakan, realiasi PAD pariwisata tahun ini anjlok. Hal itu dipicu pandemi Covid-19 yang hingga kini belum berakhir. “Karena dampak pandemi Covid-19, tempat pariwisata ditutup setengah tahun lebih,” katanya.

Setelah sejumlah tempat wisata dibuka kembali dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) beberapa waktu lalu, harapannya bisa kembali mendongkrak PAD dari sektor pariwisata. Namun, kondisi di lapangan disebutkan masih jauh dari harapan.

Sejumlah tempat pariwisata masih sepi dari pengunjung. Kuota pengunjung yang dibatasi 40 persen, ternyata di lapangan tidak pernah tercapai. Pengunjung yang datang ke tempat pariwisata hanya berkisar 20 persen dari kapasitas tempat wisata itu.

“Dari target PAD pariwisata sekitar Rp 1,33 Miliar (usai evaluasi), realisasinya sampai saat ini baru sekitar Rp 832 juta. Atau masih kurang sekitar setengah miliar untuk mencapai target,” terangnya. (mas/mie)

DRINGU, Radar Bromo – Pandemi Covid-19 membuat Pemkab Probolinggo menurunkan target Pendapat Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata jadi separo dari target awal tahun. Meski begitu, untuk memenuhi target evaluasi itu, sejauh ini masih susah. Hingga masuk mendekati akhir November ini, realisasi PAD pariwisata masih kurang sekitar setengah miliar.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, di APBD induk 2020, PAD sektor pariwisata ditargetkan mencapai

sekitar Rp 2,6 Miliar. Setelah pandemi hingga membuat sejumlah tempat wisata ditutup sejak Maret lalu dan baru dibuka September lalu, target PAD itu diturunkan separo menjadi Rp 1,33 Miliar.

Namun, untuk memenuhi target itu juga tak mudah. Kabid Pariwisata pada Disporaparbud Dian Cahyo Prabowo mengatakan, realiasi PAD pariwisata tahun ini anjlok. Hal itu dipicu pandemi Covid-19 yang hingga kini belum berakhir. “Karena dampak pandemi Covid-19, tempat pariwisata ditutup setengah tahun lebih,” katanya.

Setelah sejumlah tempat wisata dibuka kembali dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) beberapa waktu lalu, harapannya bisa kembali mendongkrak PAD dari sektor pariwisata. Namun, kondisi di lapangan disebutkan masih jauh dari harapan.

Sejumlah tempat pariwisata masih sepi dari pengunjung. Kuota pengunjung yang dibatasi 40 persen, ternyata di lapangan tidak pernah tercapai. Pengunjung yang datang ke tempat pariwisata hanya berkisar 20 persen dari kapasitas tempat wisata itu.

“Dari target PAD pariwisata sekitar Rp 1,33 Miliar (usai evaluasi), realisasinya sampai saat ini baru sekitar Rp 832 juta. Atau masih kurang sekitar setengah miliar untuk mencapai target,” terangnya. (mas/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/