alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Target Retribusi Pasar Hewan Masih Kurang 30 Persen

KRAKSAAN, Radar Bromo – Capaian target pasar menjadi perhatian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo. Utamanya target pasar hewan yang saat ini masih kurang 30 persen. Di sisa bulan berjalan upaya untuk menggenjot capaian terus dilakukan.

Sejak pandemi, transaksi pasar hewan mengalami penurunan. Hal ini tidak mengherankan. Sebab ada pembatasan yang harus dipatuhi. Salah satunya adalah transaksi pasar hewan hanya boleh dilakukan oleh warga lokal. Sementara mayoritas pedagang yang melakukan transaksi berasal dari luar Kabupaten Probolinggo.

Namun dengan membaiknya kasus dan perkembangan level PPKM yang terus membaik. Berdampak pula pada restribusi pasar hewan. “Saat ini sudah mulai menggeliat. Pemasukan PAD restribusi pasar hewan juga mulai naik,” kata Kasi Pengelola Pasar Disperindag Kabupaten Probolinggo Aditya Arya Guntoro.

Menurutnya, Disperindag memiliki target retribusi pasar hewan sebesar Rp 500 juta. Retribusi tersebut diberikan kepada seluruh pasar hewan yang ada di Kabupaten Probolinggo. Di antaranya meliputi Pasar Hewan Kecamatan Banyuanyar; Pasar Hewan Kecamatan Maron; Pasar Hewan Kecamatan Leces; Pasar Hewan Muneng, Kecamatan Sumberasih; Pasar Hewan Tambak Rejo, Kecamatan Tongas; Pasar Hewan Bucor, Kecamatan Pakuniran dan Pasar Hewan Kecamatan Besuk.

Kondisi pandemi yang terus membaik membuat geliat pasar hewan juga lebih meningkat. Jika sebelumnya pasar hewan hanya dikunjungi oleh pedagang lokal, kini pedagang dari luar daerah juga sudah melakukan transaksi di pasar hewan.

“Dua bulan belakangan sudah ada pemasukan yang cukup siginifikan. Capaian sudah 70 persen. Tinggal 30 persennya saja yang harus kami kejar di sisa waktu bulan berjalan,” ucapnya.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Capaian target pasar menjadi perhatian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo. Utamanya target pasar hewan yang saat ini masih kurang 30 persen. Di sisa bulan berjalan upaya untuk menggenjot capaian terus dilakukan.

Sejak pandemi, transaksi pasar hewan mengalami penurunan. Hal ini tidak mengherankan. Sebab ada pembatasan yang harus dipatuhi. Salah satunya adalah transaksi pasar hewan hanya boleh dilakukan oleh warga lokal. Sementara mayoritas pedagang yang melakukan transaksi berasal dari luar Kabupaten Probolinggo.

Namun dengan membaiknya kasus dan perkembangan level PPKM yang terus membaik. Berdampak pula pada restribusi pasar hewan. “Saat ini sudah mulai menggeliat. Pemasukan PAD restribusi pasar hewan juga mulai naik,” kata Kasi Pengelola Pasar Disperindag Kabupaten Probolinggo Aditya Arya Guntoro.

Menurutnya, Disperindag memiliki target retribusi pasar hewan sebesar Rp 500 juta. Retribusi tersebut diberikan kepada seluruh pasar hewan yang ada di Kabupaten Probolinggo. Di antaranya meliputi Pasar Hewan Kecamatan Banyuanyar; Pasar Hewan Kecamatan Maron; Pasar Hewan Kecamatan Leces; Pasar Hewan Muneng, Kecamatan Sumberasih; Pasar Hewan Tambak Rejo, Kecamatan Tongas; Pasar Hewan Bucor, Kecamatan Pakuniran dan Pasar Hewan Kecamatan Besuk.

Kondisi pandemi yang terus membaik membuat geliat pasar hewan juga lebih meningkat. Jika sebelumnya pasar hewan hanya dikunjungi oleh pedagang lokal, kini pedagang dari luar daerah juga sudah melakukan transaksi di pasar hewan.

“Dua bulan belakangan sudah ada pemasukan yang cukup siginifikan. Capaian sudah 70 persen. Tinggal 30 persennya saja yang harus kami kejar di sisa waktu bulan berjalan,” ucapnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/