alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Target Kedelai Rendah, Realisasi Tanam Lebihi Target

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, terus berupaya mewujudkan ketahanan pangan. Selain padi dan jagung, kedelai juga turut menjadi komponen pangan yang ditargetkan. Sampai September 2020, luas areal tanam kedelai telah melebihi target.

Kedelai masuk salah satu komponen ketahanan pangan karena beberapa makanan berbahan baku kedelai. Sehingga, ketersediaannya harus dipenuhi sesuai kebutuhan. Tidak heran jika kedelai juga turut menjadi target yang harus dicapai dalam kurun waktu satu tahun.

“Kami mendapatkan target luasan lahan seluas 37 hektare. Sampai September, sudah melebihi target, yakni 74 hektare lahan kedelai,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Probolinggo, Didik Tulus Prasetyo.

Didik menjelaskan, target yang dibebankan cukup rendah, sehingga realisasinya melebihi target. Hal ini dikarenakan petani di Kabupaten Probolinggo, masih konsisten menanam kedelai. “Capaian ini sungguh baik. Petani di sejumlah wilayah masih konsisten menanam kedelai, sehingga suplai kedelai tidak kekurangan,” katanya.

Menurutnya, kebijakan terkait dengan naik turunnya target bahan pangan ditentukan oleh Provinsi Jawa Timur. Dengan mempertimbangkan kebutuhan pangan yang diperlukan masyarakat dan kemampuan wilayah untuk memproduksi bahan pangan.

“Naik atau turunnya target itu tergantung koordinasi Pusat dengan Provinsi. Kemudian, Provinsi membagi target sesuai kemampuan wilayah. Ini bisa dilihat dari capaian luas lahan yang sudah ditargetkan pada periode sebelumnya,” ujarnya. (ar/rud)

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, terus berupaya mewujudkan ketahanan pangan. Selain padi dan jagung, kedelai juga turut menjadi komponen pangan yang ditargetkan. Sampai September 2020, luas areal tanam kedelai telah melebihi target.

Kedelai masuk salah satu komponen ketahanan pangan karena beberapa makanan berbahan baku kedelai. Sehingga, ketersediaannya harus dipenuhi sesuai kebutuhan. Tidak heran jika kedelai juga turut menjadi target yang harus dicapai dalam kurun waktu satu tahun.

“Kami mendapatkan target luasan lahan seluas 37 hektare. Sampai September, sudah melebihi target, yakni 74 hektare lahan kedelai,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Probolinggo, Didik Tulus Prasetyo.

Didik menjelaskan, target yang dibebankan cukup rendah, sehingga realisasinya melebihi target. Hal ini dikarenakan petani di Kabupaten Probolinggo, masih konsisten menanam kedelai. “Capaian ini sungguh baik. Petani di sejumlah wilayah masih konsisten menanam kedelai, sehingga suplai kedelai tidak kekurangan,” katanya.

Menurutnya, kebijakan terkait dengan naik turunnya target bahan pangan ditentukan oleh Provinsi Jawa Timur. Dengan mempertimbangkan kebutuhan pangan yang diperlukan masyarakat dan kemampuan wilayah untuk memproduksi bahan pangan.

“Naik atau turunnya target itu tergantung koordinasi Pusat dengan Provinsi. Kemudian, Provinsi membagi target sesuai kemampuan wilayah. Ini bisa dilihat dari capaian luas lahan yang sudah ditargetkan pada periode sebelumnya,” ujarnya. (ar/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/