alexametrics
27 C
Probolinggo
Friday, 30 October 2020

Produktivitas Padi Tak Terpengaruh Walau Saat Ini Panen Tembakau

GADING, Radar Bromo – Saat musim tembakau seperti sekarang, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) memang marak terjadi kepada para petani yang ada di Kabupaten Probolinggo. Meski begitu, hal tersbut tidak mengganggu produktivitas tanaman padi.

Kasubbag Perencanaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Murfi Anggoro mengatakan, pada musim tembakau ini, lahan pertanian padi memang rentan terserang OPT. Hal itu lantaran luas wilayah tanam padi menurun.

“Karena yang menanan padi tidak semuanya, maka OPT menyerang tanaman padi di lahan yang tidak ditanami tembakau. Alhasil, serangannya sangat nampak,” ujarnya.

Dia menyebutkan, OPT yang biasa menyerang lahan pertanian padi pada musim tembakau ini di antaranya seperti burung dan tikus. Hama tersebut biasanya menyerang lahan saat lahan dalam keadaan akan melangsungkan panen. Namun dia meyakini hal tersbut tidak berdampak signifikan kepada produktivitas.

“Yang banyak memang burung dan tikus. Tapi produktivitas biasanya tetap normal. Ada di kisaran 5,1 sampai 5,2 ton per hektare. Kecuali serangan OPT-nya memang sudah parah,” ujarnya.

Tidak berdampaknya produktivitas saat panen padi itu juga diyakini oleh salah satu petani padi asal Desa Kertosono, Moh Kholili, 36. Dia mengatakan, sepanjang musim tembakau ini serangan OPT di wilayahnya, utamanya pada lahan pertaniannya yang memiliki luas sekitar seperempat hektare, masih belum ada tanda-tanda akan menurun produktivitasnya.

“Serangan memang ada, namun tidak semarak pada tahun lalu. Kalau tahun lalu di desa ini hektaran lahan diserang oleh tikus. Sehingga menyebabkan kerugian yang cukup besar. Bahkan ada petani yang sampai menjual padinya kepada peternak akibat tanamannya sudah tidak ada bulir padinya. Namun untuk tahun ini sepertinya normal,” ujarnya. (mu/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Sopirnya Diduga Ngantuk, Mobil Xenia Tabrak Pohon–Pagar Sekolah

Mobil tiba-tiba mengarah ke kiri, hingga kemudian menabrak dua pohon palm dan mangga. Selanjutnya menabrak pagar sekolah, hingga laju kendaraan seketika itu langsung berhenti.

Debat Publik Perdana Pilwali Pasuruan Usung Tema Kesejahteraan

Dua pasangan calon yang berebut dukungan rakyat Kota Pasuruan berdebat dalam 6 segmen. Total durasi seluruh acara selama 120 menit.

Dua Pohon Tumbang Timpa Motor-Macetkan Jalan di Pasuruan

Pohon tumbang usai diterjang angin kencang.

Salip Kiri, Warga Rembang Tewas Terlindas Truk Gandeng di Rejoso

Korban meregang nyawa saat hendak berangkat kerja.

Dana Kebencanaan Kota Pasuruan Sudah Terserap 70 Persen

Dana kebencanaan yang dimiliki oleh Pemkot Pasuruan tahun ini diyakini mencukupi.