Sering Terjadi Angin Kencang, Insiden Kebakaran Lebih Rawan

HANGUS: Sebuah dapur semipermanen di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, ludes terbakar beberapa waktu lalu. Kemarau disertai angin kencang, lebih berpotensi menimbulkan kebakaran. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo- Musim kemarau yang disertai dengan musim angin kencang dinilai makin rawan menyebabkan kebakaran. Karenanya, Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo meminta masyarakat selalu waspada.

Humas Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo Sholehudin mengatakan, ketika musim kemarau angka kebakaran cenderung meningkat. Sumber api yang kecil dapat berubah menjadi petaka jika berada pada sebuah tempat yang kering. “Pada bulan ini ada 3 kebakaran yang terjadi pada hari yang sama. Ini perlu diwaspadai karena angin lebih kencang dari bulan-bulan sebelumnya,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi seperti saat ini mengharuskan masyarakat lebih waspada saat menyalakan api. Api yang dinyalakan dalam ruangan terbuka dengan kondisi lingkungan yang kering harus diawasi sampai api benar-benar padam. “Sudah menjadi kebiasaan jika warga membakar sampah kemudian ditinggal begitu saja. Justru ini tidak baik. Sebab, kelalaian yang dibuat dapat mendatangkan musibah,” jelasnya.

Selain itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan dengan tidak meninggalkan benda-benda yang dapat menimbulkan titik api. Salah satunya jaringan listrik yang terbuka, karena dapat menjadi salah satu penyebab kebakaran. Karenanya, tidak dianjurkan dekat dengan benda yang mudah terbakar.

“Korsleting listrik juga menjadi salah satu penyebab kebakaran. Saat hendak keluar rumah dalam jangka waktu lama, stop kontak harus dicek dulu untuk mengantisipasi terjadinya hubungan arus pendek,” pintanya. (ar/rud/fun)