alexametrics
30.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Temukan 3 Sapi Terinfeksi Cacing Hati di Kabupaten Probolinggo  

DRINGU, Radar Bromo- Penyembelihan hewan kurban mendapatkan perhatian serius dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo. Mereka tetap melakukan pengawasan. Hasilnya, ditemukan adanya tiga ekor sapi yang terinfeksi cacing hati.

Pengawasan dilakukan DPKH di seluruh kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Selasa (20/7). Tujuannya, untuk meningkatkan jaminan pangan asal hewan kurban yang aman, sehat, utuh, dan halal.  Agar daging yang dikonsumsi lebih higienis dan sehat.

“Seluruh petugas disebar untuk mengawasi pelaksanaan kurban. Kami laksanakan dari pagi hingga sore,” ujar Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi melalui Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Nikolas Nuryulianto.

Dari hasil pengawasan, ditemukan tiga ekor sapi terinfeksi cacing hati. Temuan tersebut menjadi perhatian DPKH. Pasalnya, hati yang telah terinfeksi cacing kurang aman dikonsumsi. Ditemukannya cacing hati pada ternak menandakan peternak belum memperhatikan kebersihan. Mulai dari kebersihan kandang hingga pakan.

Serta kurangnya konsultasi dengan petugas teknis DPKH atau dokter hewan. “Kami temukan di Kecamatan Tiris dan Kraksaan. Hati yang terinfeksi tidak dapat dikonsumsi begitu saja. Perlu ada perlakuan khusus. Kami anjurkan untuk tidak dikonsumsi,” jelasnya.

DPKH mencatat dari hasil pemantauan, terdapat 404 ekor sapi yang disembelih. Serta, 908 ekor domba dan 325 ekor kambing. Penyembelihan dilakukan di rumah potong hewan (RPH) dan beberapa tempat lain di luar RPH.

Tidak hanya itu, protokol kesehatan di tengah pandemi menjadi salah satu objek pengawasan. Masih ditemukan jagal, takmir, dan warga yang terlibat dalam proses kurban yang lalai. “Masih ada yang belum memakai masker. Sudah kami sampaikan kepada penyelenggara kurban agar melaksanakan protokol kesehatan,” ujarnya. (ar/rud)

 

DRINGU, Radar Bromo- Penyembelihan hewan kurban mendapatkan perhatian serius dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo. Mereka tetap melakukan pengawasan. Hasilnya, ditemukan adanya tiga ekor sapi yang terinfeksi cacing hati.

Pengawasan dilakukan DPKH di seluruh kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Selasa (20/7). Tujuannya, untuk meningkatkan jaminan pangan asal hewan kurban yang aman, sehat, utuh, dan halal.  Agar daging yang dikonsumsi lebih higienis dan sehat.

“Seluruh petugas disebar untuk mengawasi pelaksanaan kurban. Kami laksanakan dari pagi hingga sore,” ujar Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi melalui Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Nikolas Nuryulianto.

Dari hasil pengawasan, ditemukan tiga ekor sapi terinfeksi cacing hati. Temuan tersebut menjadi perhatian DPKH. Pasalnya, hati yang telah terinfeksi cacing kurang aman dikonsumsi. Ditemukannya cacing hati pada ternak menandakan peternak belum memperhatikan kebersihan. Mulai dari kebersihan kandang hingga pakan.

Serta kurangnya konsultasi dengan petugas teknis DPKH atau dokter hewan. “Kami temukan di Kecamatan Tiris dan Kraksaan. Hati yang terinfeksi tidak dapat dikonsumsi begitu saja. Perlu ada perlakuan khusus. Kami anjurkan untuk tidak dikonsumsi,” jelasnya.

DPKH mencatat dari hasil pemantauan, terdapat 404 ekor sapi yang disembelih. Serta, 908 ekor domba dan 325 ekor kambing. Penyembelihan dilakukan di rumah potong hewan (RPH) dan beberapa tempat lain di luar RPH.

Tidak hanya itu, protokol kesehatan di tengah pandemi menjadi salah satu objek pengawasan. Masih ditemukan jagal, takmir, dan warga yang terlibat dalam proses kurban yang lalai. “Masih ada yang belum memakai masker. Sudah kami sampaikan kepada penyelenggara kurban agar melaksanakan protokol kesehatan,” ujarnya. (ar/rud)

 

MOST READ

BERITA TERBARU