alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Setengah Tahun, 133 Napi Rutan Kraksaan Dapat Asimilasi

KRAKSAAN, Radar Bromo – Tahun ini, cukup banyak warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan, yang mendapatkan asimilasi. Mencapai 133 orang. Jumlah ini bisa terus bertambah. Sebab, pemerintah kembali memperpanjang pemberian asimilasi terhadap narapidana (napi).

Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Bambang Irawan mengatakan, sesuai Permenkum-HAM Nomor 24/2021 tentang Asimilasi terkait Pandemi Covid-19, masa pemberiannya akan diperpanjang sampai akhir Desember 2021. Karenanya, masih banyak peluang bagi napi untuk mendapatkannya.

“Dengan adanya perpanjangan ini, warga binaan yang tidak bisa mendapatkan asimilasi pada 2020, masih berkesempatan mendapatkannya pada 2021. Terlebih bagi napi yang sudah menjalani separo masa tahanannya,” ujarnya, Selasa (20/7).

Syarat untuk mendapatkan asimilasi, kata Bambang, napi sudah menjalani separo masa pidananya. Selain itu, dua pertiga masa pidananya tidak batas perpanjangan.

“Kalau dua pertiganya lebih dari akhir bulan Desember, maka tidak akan dapat. Karena, perpanjangannya hanya sampai akhir tahun itu. Salah satu faktor perpanjangan ini adalah semakin merebaknya penularan Covid-19,” ujarnya.

Sejak awal tahun lalu atau pada pemberian asimilasi tahap kedua ini ada pengetatan seleksi. Napi yang lebih dari sekali menjadi warga binaan, tidak bisa mendapatkannya. “Sejak awal tahun (2021) sudah ada 133 napi yang dapat dan untuk bulan ini ada 14 napi,” ujarnya.

Ia berharap, warga binaan yang mendapatkan asimilasi untuk terus berkelakuan baik di luar rutan. Sebab, ketika mendapatkan asimilasi atau sudah berada di luar rutan, pihaknya sudah tidak lagi memiliki tanggung jawab.

“Semoga setelah mendapatkan asimilasi mereka bisa mengubah perilaku buruknya. Juga tidak menjadi momok di masyarakat. Karena, selama menjalani asimilasi mereka akan mendapatkan pengawasan dari beberapa pihak,” jelasnya.

Di samping itu, Bambang mengatakan, melalui program asimilasi, pihaknya berharap dapat mengatasi masalah overload rutan. “Salah satunya untuk menanggulangi terjadi overload itu. Saat ini napi atau warga binaan di rutan berjumlah 373 orang. Sementara kapasitas rutan sendiri hanya 304 orang,” ujarnya. (mu/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Tahun ini, cukup banyak warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan, yang mendapatkan asimilasi. Mencapai 133 orang. Jumlah ini bisa terus bertambah. Sebab, pemerintah kembali memperpanjang pemberian asimilasi terhadap narapidana (napi).

Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Bambang Irawan mengatakan, sesuai Permenkum-HAM Nomor 24/2021 tentang Asimilasi terkait Pandemi Covid-19, masa pemberiannya akan diperpanjang sampai akhir Desember 2021. Karenanya, masih banyak peluang bagi napi untuk mendapatkannya.

“Dengan adanya perpanjangan ini, warga binaan yang tidak bisa mendapatkan asimilasi pada 2020, masih berkesempatan mendapatkannya pada 2021. Terlebih bagi napi yang sudah menjalani separo masa tahanannya,” ujarnya, Selasa (20/7).

Syarat untuk mendapatkan asimilasi, kata Bambang, napi sudah menjalani separo masa pidananya. Selain itu, dua pertiga masa pidananya tidak batas perpanjangan.

“Kalau dua pertiganya lebih dari akhir bulan Desember, maka tidak akan dapat. Karena, perpanjangannya hanya sampai akhir tahun itu. Salah satu faktor perpanjangan ini adalah semakin merebaknya penularan Covid-19,” ujarnya.

Sejak awal tahun lalu atau pada pemberian asimilasi tahap kedua ini ada pengetatan seleksi. Napi yang lebih dari sekali menjadi warga binaan, tidak bisa mendapatkannya. “Sejak awal tahun (2021) sudah ada 133 napi yang dapat dan untuk bulan ini ada 14 napi,” ujarnya.

Ia berharap, warga binaan yang mendapatkan asimilasi untuk terus berkelakuan baik di luar rutan. Sebab, ketika mendapatkan asimilasi atau sudah berada di luar rutan, pihaknya sudah tidak lagi memiliki tanggung jawab.

“Semoga setelah mendapatkan asimilasi mereka bisa mengubah perilaku buruknya. Juga tidak menjadi momok di masyarakat. Karena, selama menjalani asimilasi mereka akan mendapatkan pengawasan dari beberapa pihak,” jelasnya.

Di samping itu, Bambang mengatakan, melalui program asimilasi, pihaknya berharap dapat mengatasi masalah overload rutan. “Salah satunya untuk menanggulangi terjadi overload itu. Saat ini napi atau warga binaan di rutan berjumlah 373 orang. Sementara kapasitas rutan sendiri hanya 304 orang,” ujarnya. (mu/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU