alexametrics
25 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Tunggu Kesiapan untuk Bentuk Rumah Desa Sehat

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pembentukan Rumah Desa Sehat (RDS) di sejumlah desa di Kabupaten Probolinggo, sudah tiga bulan tertunda. Kini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo menunggu kesiapan masing-masing desa untuk membentuk RDS.

Kabid Kelembagaan Masyarakat dan Desa Dinas PMD Kabupaten Probolinggo Setiadi Agus Prakoso mengatakan, terakhir kali pembentukan RDS dilaksanakan di Desa/Kecamatan Krejengan pada awal Maret lalu. Setelah itu, pihaknya memutuskan mengistirahatkan program ini dan menunggu perkembangan pada semester II 2020. “Terkiat RDS, kelanjutannya tergantung pada masing-masing desa. Kalau desanya masih fokus pada penganan Covid-19, jangan dulu,” ujarnya.

Menurutnya, desa yang sudah terbebas dari Covid-19, bisa membentuk RDS. Namun, pembentukan RDS tetap dikembalikan kepada kesiapan masing-masing desa. “Meski sudah tidak ada Covid-19, tapi desa masih fokusnya ingin melanjutkan pembangunan infrastruktur, RDS-nya ditunda dulu,” ujarnya.

Karena adanya pandemi korona, target pembetukan RDS di semua desa dan kelurahan di 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo terkendala. Karenanya, jika program ini tidak tuntas tahun ini, akan diteruskan pada tahun berikutnya.

“Karena RDS ini penting sebagai tempat pembahasan stunting, Posyandu, dan pembahasan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di tingkat desa. Kalau sudah terbentuk, penanganan kesehatan masyarakat bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Terlepas dari pandemi Covid-19, Agus berharap semua desa yang sudah mempunyai RDS bisa memanfaatkannya sebaik mungkin. Karena dengan pengelolaan RDS yang baik, masyarakat bisa menjalani dan menikmati lingkungan yang sehat. “Yang belum punya akan kami kawal terus pembentukannya. Dan yang sudah ada, RDS-nya harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” harapnya. (mg1/rud/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pembentukan Rumah Desa Sehat (RDS) di sejumlah desa di Kabupaten Probolinggo, sudah tiga bulan tertunda. Kini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo menunggu kesiapan masing-masing desa untuk membentuk RDS.

Kabid Kelembagaan Masyarakat dan Desa Dinas PMD Kabupaten Probolinggo Setiadi Agus Prakoso mengatakan, terakhir kali pembentukan RDS dilaksanakan di Desa/Kecamatan Krejengan pada awal Maret lalu. Setelah itu, pihaknya memutuskan mengistirahatkan program ini dan menunggu perkembangan pada semester II 2020. “Terkiat RDS, kelanjutannya tergantung pada masing-masing desa. Kalau desanya masih fokus pada penganan Covid-19, jangan dulu,” ujarnya.

Menurutnya, desa yang sudah terbebas dari Covid-19, bisa membentuk RDS. Namun, pembentukan RDS tetap dikembalikan kepada kesiapan masing-masing desa. “Meski sudah tidak ada Covid-19, tapi desa masih fokusnya ingin melanjutkan pembangunan infrastruktur, RDS-nya ditunda dulu,” ujarnya.

Karena adanya pandemi korona, target pembetukan RDS di semua desa dan kelurahan di 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo terkendala. Karenanya, jika program ini tidak tuntas tahun ini, akan diteruskan pada tahun berikutnya.

“Karena RDS ini penting sebagai tempat pembahasan stunting, Posyandu, dan pembahasan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di tingkat desa. Kalau sudah terbentuk, penanganan kesehatan masyarakat bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Terlepas dari pandemi Covid-19, Agus berharap semua desa yang sudah mempunyai RDS bisa memanfaatkannya sebaik mungkin. Karena dengan pengelolaan RDS yang baik, masyarakat bisa menjalani dan menikmati lingkungan yang sehat. “Yang belum punya akan kami kawal terus pembentukannya. Dan yang sudah ada, RDS-nya harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” harapnya. (mg1/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/