alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Thursday, 30 June 2022

Sudah Tembus 10.697 Ekor Sapi di Kab Probolinggo yang Terpapar PMK

DRINGU, Radar Bromo – Penyebaran kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Probolinggo terus meningkat. Hingga Senin (20/6), ternak sapi yang terpapar PMK tembus 10 ribu ekor lebih. Bahkan, ternak sapi yang mati karena PMK sudah ada 88 ekor.

Banyaknya hewan ternak yang terpapar membuat Pemkab Probolinggo mengharapkan, kiriman vaksin dari Pemprov Jatim bisa segera. Untuk saat ini, melalui Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Probolinggo, pemkab terus melakukan pemberian obat, vitamin dan lainnya pada ternak sapi yang sedang sakit.

Hasyim Ashari selaku Wakil Ketua Satgas Penanganan PMK di Kabupaten Probolinggo mengatakan, jumlah ternak di Kabupaten Probolinggo, yang terpapar PMK terus bertambah. Terutama ternak sapi, yang terus meningkat mencapai 10.697 ekor. Untuk sapi potong ada 8.335 ekor dan 2.362 ekor sapi perah yang terpapar PMK.

”Ternak sapi yang mati karena PMK juga bertambah. Hingga hari ini (20/6), sudah ada 43 ekor sapi potong dan 45 ekor sapi perah yang mati karena PMK,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Diperta mencatat sapi potong yang terindikasi PMK sebanyak 8.335 ekor atau 2,66 persen dari populasi 312.932 ekor. Dari jumlah tersebut, sembuh 556 ekor, mati 43 ekor. Untuk sapi perah yang terindikasi sebanyak 2.362 ekor atau 33,18 persen dari populasi 8.160 ekor. Di mana 73 ekor sembuh, dan 45 ekor mati.

Selanjutnya, domba yang terpapar sebanyak 50 ekor atau 0,81 persen dari populasi 76.721 ekor. Kemudian kambing yang terpapar sebanyak 58 ekor atau 1,96 persen dari populasi 54.923 ekor.

Sementara itu, terkait dengan ternak yang mati karena terpapar PMK, Medik Veteriner Muda Diperta Kabupaten Probolinggo Nikolas Nuryulianto mengatakan, selama ini Diperta selalu melakukan pengobatan kepada ternak yang sakit. Namun semua itu tergantung kepada imunitas tubuh hewan.

DRINGU, Radar Bromo – Penyebaran kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Probolinggo terus meningkat. Hingga Senin (20/6), ternak sapi yang terpapar PMK tembus 10 ribu ekor lebih. Bahkan, ternak sapi yang mati karena PMK sudah ada 88 ekor.

Banyaknya hewan ternak yang terpapar membuat Pemkab Probolinggo mengharapkan, kiriman vaksin dari Pemprov Jatim bisa segera. Untuk saat ini, melalui Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Probolinggo, pemkab terus melakukan pemberian obat, vitamin dan lainnya pada ternak sapi yang sedang sakit.

Hasyim Ashari selaku Wakil Ketua Satgas Penanganan PMK di Kabupaten Probolinggo mengatakan, jumlah ternak di Kabupaten Probolinggo, yang terpapar PMK terus bertambah. Terutama ternak sapi, yang terus meningkat mencapai 10.697 ekor. Untuk sapi potong ada 8.335 ekor dan 2.362 ekor sapi perah yang terpapar PMK.

”Ternak sapi yang mati karena PMK juga bertambah. Hingga hari ini (20/6), sudah ada 43 ekor sapi potong dan 45 ekor sapi perah yang mati karena PMK,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Diperta mencatat sapi potong yang terindikasi PMK sebanyak 8.335 ekor atau 2,66 persen dari populasi 312.932 ekor. Dari jumlah tersebut, sembuh 556 ekor, mati 43 ekor. Untuk sapi perah yang terindikasi sebanyak 2.362 ekor atau 33,18 persen dari populasi 8.160 ekor. Di mana 73 ekor sembuh, dan 45 ekor mati.

Selanjutnya, domba yang terpapar sebanyak 50 ekor atau 0,81 persen dari populasi 76.721 ekor. Kemudian kambing yang terpapar sebanyak 58 ekor atau 1,96 persen dari populasi 54.923 ekor.

Sementara itu, terkait dengan ternak yang mati karena terpapar PMK, Medik Veteriner Muda Diperta Kabupaten Probolinggo Nikolas Nuryulianto mengatakan, selama ini Diperta selalu melakukan pengobatan kepada ternak yang sakit. Namun semua itu tergantung kepada imunitas tubuh hewan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/