alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Covid-19 di Kab Probolinggo Melonjak, Tatap Muka Belum Diketahui

KRAKSAAN, Radar Bromo – Adanya lonjakan kasus Covid-19 bisa mempengaruhi rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Probolinggo. PTM yang rencananya akan di Juli mendatang, belum diputuskan oleh Satgas Covid-19 kabupaten Probolinggo.

Hal Tersebut diungkap juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Dewi Vironica. Ia mengatakan bahwa untuk PTM sendiri masih belum ditentukan. Sebab, Bupati masih menunggu evaluasi dari tim ahli Satgas.

“Sebelumnya Sekretaris daerah bersama beberapa kepala OPD mengadakan rapat, meminta hasil evaluasi yang PTN kemarin. Namun surat edarannya masih belum. Besok (hari ini, red) ada rapat satgas untuk tim ahli. Untuk tindak lanjut PTM berikutnya,” ujarnya, Minggu (20/6).

Evaluasi tim ahli oleh bupati untuk jadi rekomendasi terkait dengan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi. “Dari hasil evaluasi tersebut untuk tindak lanjut PTM selanjutnya,” ujarnya.

Sejatinya, menurut Dewi, untuk PTM pemerintah setempat menyesuaikan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sehingga, apa yang menjadi kebijakan maka akan disesuaikan pada masing-masing daerah.

“Kalau dari pak presiden sendiri kan masih PTM dengan pertemuan hanya 2 jam, maksimal (Rombel, red) 25 persen. Namun kebijakan tersebut masih belum ada surat edaran resmi dari Kemendikbud. Sehingga kebijakan apa yang musti dilanjutkan maupun dibatalkan dengan syarat tertentu kan masih belum ada,” ujarnya.

Ia memprediksi, pasti akan ada perubahan perihal kebijakan PTN tersebut. Namun begitu, pihaknya masih menunggu hasil rapat yang akan digelar hari Senin (21/6) oleh tim ahli.

“Saat ini siswa masih libur. Kalau tidak salah masuknya tanggal (12/7). Namun itu masih belum ada regulasi terbaru, dan kenaikan-kenaikan kasus Covid-19 beberapa hari ini juga masih belum masuk (pembahasan, red). Sehingga menunggu hasil evaluasi besok dari Tim ahli,” ujarnya.

Sebelumnya pada Senin (25/5) lalu, pihak satgas setempat melakukan kenaikan peresentase pada rombongan belajar (Rombel) di Kabupaten Probolinggo. Awalnya dari 30 persen menjadi 50 persen. (mu/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Adanya lonjakan kasus Covid-19 bisa mempengaruhi rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Probolinggo. PTM yang rencananya akan di Juli mendatang, belum diputuskan oleh Satgas Covid-19 kabupaten Probolinggo.

Hal Tersebut diungkap juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Dewi Vironica. Ia mengatakan bahwa untuk PTM sendiri masih belum ditentukan. Sebab, Bupati masih menunggu evaluasi dari tim ahli Satgas.

“Sebelumnya Sekretaris daerah bersama beberapa kepala OPD mengadakan rapat, meminta hasil evaluasi yang PTN kemarin. Namun surat edarannya masih belum. Besok (hari ini, red) ada rapat satgas untuk tim ahli. Untuk tindak lanjut PTM berikutnya,” ujarnya, Minggu (20/6).

Evaluasi tim ahli oleh bupati untuk jadi rekomendasi terkait dengan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi. “Dari hasil evaluasi tersebut untuk tindak lanjut PTM selanjutnya,” ujarnya.

Sejatinya, menurut Dewi, untuk PTM pemerintah setempat menyesuaikan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sehingga, apa yang menjadi kebijakan maka akan disesuaikan pada masing-masing daerah.

“Kalau dari pak presiden sendiri kan masih PTM dengan pertemuan hanya 2 jam, maksimal (Rombel, red) 25 persen. Namun kebijakan tersebut masih belum ada surat edaran resmi dari Kemendikbud. Sehingga kebijakan apa yang musti dilanjutkan maupun dibatalkan dengan syarat tertentu kan masih belum ada,” ujarnya.

Ia memprediksi, pasti akan ada perubahan perihal kebijakan PTN tersebut. Namun begitu, pihaknya masih menunggu hasil rapat yang akan digelar hari Senin (21/6) oleh tim ahli.

“Saat ini siswa masih libur. Kalau tidak salah masuknya tanggal (12/7). Namun itu masih belum ada regulasi terbaru, dan kenaikan-kenaikan kasus Covid-19 beberapa hari ini juga masih belum masuk (pembahasan, red). Sehingga menunggu hasil evaluasi besok dari Tim ahli,” ujarnya.

Sebelumnya pada Senin (25/5) lalu, pihak satgas setempat melakukan kenaikan peresentase pada rombongan belajar (Rombel) di Kabupaten Probolinggo. Awalnya dari 30 persen menjadi 50 persen. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/