alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Temukan 517 Kasus PMK di 15 Kecamatan Kab Probolinggo

KRAKSAAN, Radar Bromo-Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) atau foot and mouth disease (FMD) pada hewan ternak di Kabupaten Probolinggo kian meluas. Sampai Jumat (20/5), dari 312.932 populasi sapi di Kabupaten Probolinggo, ada 517 kasus PMK. Jumlah kasus tersebut tersebar di 15 kecamatan.

Belasan kecamatan itu yakni Kuripan 108 kasus; Tiris 26 kasus; Leces 7 kasus; Bantaran 216 kasus; Gading 3 kasus; Lumbang 14 kasus.

Selanjutnya, Dringu 32 kasus; Maron 9 kasus; Tegalsiwalan 8 kasus; Kraksaan 2 kasus; Paiton 2 kasus; Wonomerto 60 kasus; Sumberasih 3 kasus; Krucil 21 kasus. Serta Banyuanyar 6 kasus.

“Ada penambahan (kasus PMK). Munculnya penambahan ini dari hasil indentifikasi petugas di lapangan. Jadi, sapi yang sakit dan bergejala PMK kami data,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo Yahyadi.

Menurut Yahyadi, pemkab sejatinya telah melakukan sejumlah upaya untuk menekan kasus PMK pada ternak. Salah satunya, dengan melakukan penyemprotan di kandang-kandang sapi yang terindikasi PMK. Selain itu, Melakukan pemisahan sapi sehat dengan sapi yang terindikasi PMK.

“Ini dilakukan oleh petugas kami, gratis. Jadi, seluruhnya kami begitukan di 15 kecamatan tersebut, agar menghindari penyebaran PMK,” papar Yahyadi.

Pihaknya juga memberikan pengobatan kepada sapi yang terindikasi PMK. Serta, melakukan pengawasan di pasar hewan yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendatangkan sapi dari luar Kabupaten Probolinggo. Juga, Setiap harinya dilakukan pemantauan terhadap sapi yg terindikasi PMK,” ujarnya.

Selain data sapi yang terindikasi, Yahyadi mengatakan, sejumlah sapi yang positif PMK maupun bergejala sudah ada yang sembuh. Total ada 10 sapi. Dengan rincian, asal Kecamatan Lumbang, Dringu, dan Maron. Masing-masing satu ekor sapi, Dan Kecamatan Wonomerto 7 sapi. “Alhamdulillah dengan adanya upaya yang dilakukan belum ada  sapi yang meninggal,” ujarnya. (mu/mie)

KRAKSAAN, Radar Bromo-Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) atau foot and mouth disease (FMD) pada hewan ternak di Kabupaten Probolinggo kian meluas. Sampai Jumat (20/5), dari 312.932 populasi sapi di Kabupaten Probolinggo, ada 517 kasus PMK. Jumlah kasus tersebut tersebar di 15 kecamatan.

Belasan kecamatan itu yakni Kuripan 108 kasus; Tiris 26 kasus; Leces 7 kasus; Bantaran 216 kasus; Gading 3 kasus; Lumbang 14 kasus.

Selanjutnya, Dringu 32 kasus; Maron 9 kasus; Tegalsiwalan 8 kasus; Kraksaan 2 kasus; Paiton 2 kasus; Wonomerto 60 kasus; Sumberasih 3 kasus; Krucil 21 kasus. Serta Banyuanyar 6 kasus.

“Ada penambahan (kasus PMK). Munculnya penambahan ini dari hasil indentifikasi petugas di lapangan. Jadi, sapi yang sakit dan bergejala PMK kami data,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo Yahyadi.

Menurut Yahyadi, pemkab sejatinya telah melakukan sejumlah upaya untuk menekan kasus PMK pada ternak. Salah satunya, dengan melakukan penyemprotan di kandang-kandang sapi yang terindikasi PMK. Selain itu, Melakukan pemisahan sapi sehat dengan sapi yang terindikasi PMK.

“Ini dilakukan oleh petugas kami, gratis. Jadi, seluruhnya kami begitukan di 15 kecamatan tersebut, agar menghindari penyebaran PMK,” papar Yahyadi.

Pihaknya juga memberikan pengobatan kepada sapi yang terindikasi PMK. Serta, melakukan pengawasan di pasar hewan yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendatangkan sapi dari luar Kabupaten Probolinggo. Juga, Setiap harinya dilakukan pemantauan terhadap sapi yg terindikasi PMK,” ujarnya.

Selain data sapi yang terindikasi, Yahyadi mengatakan, sejumlah sapi yang positif PMK maupun bergejala sudah ada yang sembuh. Total ada 10 sapi. Dengan rincian, asal Kecamatan Lumbang, Dringu, dan Maron. Masing-masing satu ekor sapi, Dan Kecamatan Wonomerto 7 sapi. “Alhamdulillah dengan adanya upaya yang dilakukan belum ada  sapi yang meninggal,” ujarnya. (mu/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/