alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Tahun Ini PA Kraksaan Baru Terima Satu Pengajuan Izin Poligami

KRAKSAAN, Radar Bromo- Perkara pengajuan izin poligami ke Pengadilan Agama (PA) Kraksaan, tidak banyak. Sepanjang tahun 2020 kemarin, hanya ada 4 perkara. Tahun ini, baru satu perkara. Pengajuan itu diterima PA, Rabu (19/5).

Panitera Muda Hukum PA Kraksaan Syafiudin mengatakan, pihaknya masih mengkaji pengajuan poligami itu, sebelum menentukan jadwal sidangnya. Katanya, pengajuan poligami ini bisa didasari beberapa faktor. Seperti, karena sang istri mandul dan suami sangat mengharapkan keturunan. “Kadang suami terpaksa harus kawin lagi karena istri tidak bisa melayani hubungan suami istri,” ujarnya.

Berdasarkan undang-undang perkawinan, kata Syaifudin, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi ketika hendak berpoligami. Di antaranya, adanya persetujuan istri pertama atau istri-istri lainnya. Adanya kepastian, bahwa suami mampu menjamin keperluan hidup istri-istri dan anak-anaknya.

Serta, ada jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap istri-istri dan anak-anak mereka. “Harus ada izin istri, harta kekayaan, dan berlaku adil, serta alasannya harus kuat,” ujarnya.

Menurutnya, izin poligami memang diperlukan bagi lelaki yang hendak menikah lagi. Jika seorang lelaki menikah lagi tanpa sepengetahuan istri dan istrinya tidak menerimanya, bisa dipidana. Sesuai pasal 279 KUHP. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara. “Para suami yang hendak berpoligami harus mengajukan izin ke PA agar tidak ada permasalahan hukum,” ujarnya. (mu/rud)

 

KRAKSAAN, Radar Bromo- Perkara pengajuan izin poligami ke Pengadilan Agama (PA) Kraksaan, tidak banyak. Sepanjang tahun 2020 kemarin, hanya ada 4 perkara. Tahun ini, baru satu perkara. Pengajuan itu diterima PA, Rabu (19/5).

Panitera Muda Hukum PA Kraksaan Syafiudin mengatakan, pihaknya masih mengkaji pengajuan poligami itu, sebelum menentukan jadwal sidangnya. Katanya, pengajuan poligami ini bisa didasari beberapa faktor. Seperti, karena sang istri mandul dan suami sangat mengharapkan keturunan. “Kadang suami terpaksa harus kawin lagi karena istri tidak bisa melayani hubungan suami istri,” ujarnya.

Berdasarkan undang-undang perkawinan, kata Syaifudin, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi ketika hendak berpoligami. Di antaranya, adanya persetujuan istri pertama atau istri-istri lainnya. Adanya kepastian, bahwa suami mampu menjamin keperluan hidup istri-istri dan anak-anaknya.

Serta, ada jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap istri-istri dan anak-anak mereka. “Harus ada izin istri, harta kekayaan, dan berlaku adil, serta alasannya harus kuat,” ujarnya.

Menurutnya, izin poligami memang diperlukan bagi lelaki yang hendak menikah lagi. Jika seorang lelaki menikah lagi tanpa sepengetahuan istri dan istrinya tidak menerimanya, bisa dipidana. Sesuai pasal 279 KUHP. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara. “Para suami yang hendak berpoligami harus mengajukan izin ke PA agar tidak ada permasalahan hukum,” ujarnya. (mu/rud)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/