alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Rumah Warga Alaspandan Ambruk sampai Timpa Penghuninya yang Sedang Tidur

PAKUNIRAN, Radar Bromo – Malang nian nasib Moh. Hori, 35. Rumah pria asal RT 10 RW 5, Dusun Engas, Desa Alaspandan, Kecamatan Pakuniran, rumahnya ambruk saat hujan dan angin kencang menerpa wilayah setempat, Selasa (19/4).

Dari informasi yang didapat radarbromo.jawapos.com Rabu (20/4), ambruknya rumah Hori terjadi sekitar pukul 23.00. Kala itu, hujan dan angin kencang memang tak berhenti sejak pukul 13.00. Korban sendiri saat itu, sedang asyik tidur di dalam rumahnya. Sehingga, korbanpun sempat tertimpa rumah.

“Tidak ada korban jiwa. Tapi pemilik rumah tertimpa rumahnya. Mengalami luka di bagian kepala. Saat ini sedang dipijet ke tukang urut,” Kata Staf Kesra Kecamatan Pakuniran, Zenol.

Saat kejadian, tetangga korban pun yang mengetahui jika korban seorang diri masih berada di dalam rumah, berbondong-bondong melakukan evakuasi. “Korban hidupnya sendirian. Tidak punya orang tua. Masih bujang. Jadi tidak ada penghuni lain di dalam. Syukurnya masih selamat,” katanya.

Ambruknya rumah tersebut, lanjut Zenol, diketahui bahwa kondisi rumah memang dalam keadaan keropos. Rumah semipermanen tersebut lebih banyak dinding yang terbuat dari kayu dan gedik atau anyaman bambu.

“Rumahnya memang sudah keropos. Ada angin mungkin tidak kuat sehingga ambruk. Rumahnya lebih banyak kayunya. Temboknya hanya di depan saja. Ada bangunan yang tersisa, hanya bagian belakang, atau dapurnya saja,” ujarnya.

Dengan adanya kejadian tersebut pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Desa perihal perbaikannya. Namun begitu, pemerintah desa masih kesulitan, sebab tanah pada rumah korban bukan milik pribadi.

PAKUNIRAN, Radar Bromo – Malang nian nasib Moh. Hori, 35. Rumah pria asal RT 10 RW 5, Dusun Engas, Desa Alaspandan, Kecamatan Pakuniran, rumahnya ambruk saat hujan dan angin kencang menerpa wilayah setempat, Selasa (19/4).

Dari informasi yang didapat radarbromo.jawapos.com Rabu (20/4), ambruknya rumah Hori terjadi sekitar pukul 23.00. Kala itu, hujan dan angin kencang memang tak berhenti sejak pukul 13.00. Korban sendiri saat itu, sedang asyik tidur di dalam rumahnya. Sehingga, korbanpun sempat tertimpa rumah.

“Tidak ada korban jiwa. Tapi pemilik rumah tertimpa rumahnya. Mengalami luka di bagian kepala. Saat ini sedang dipijet ke tukang urut,” Kata Staf Kesra Kecamatan Pakuniran, Zenol.

Saat kejadian, tetangga korban pun yang mengetahui jika korban seorang diri masih berada di dalam rumah, berbondong-bondong melakukan evakuasi. “Korban hidupnya sendirian. Tidak punya orang tua. Masih bujang. Jadi tidak ada penghuni lain di dalam. Syukurnya masih selamat,” katanya.

Ambruknya rumah tersebut, lanjut Zenol, diketahui bahwa kondisi rumah memang dalam keadaan keropos. Rumah semipermanen tersebut lebih banyak dinding yang terbuat dari kayu dan gedik atau anyaman bambu.

“Rumahnya memang sudah keropos. Ada angin mungkin tidak kuat sehingga ambruk. Rumahnya lebih banyak kayunya. Temboknya hanya di depan saja. Ada bangunan yang tersisa, hanya bagian belakang, atau dapurnya saja,” ujarnya.

Dengan adanya kejadian tersebut pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Desa perihal perbaikannya. Namun begitu, pemerintah desa masih kesulitan, sebab tanah pada rumah korban bukan milik pribadi.

MOST READ

BERITA TERBARU

/