alexametrics
27 C
Probolinggo
Sunday, 16 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Tiga Bulan Dana Tidak Terduga Sudah Terpakai Rp 11,9 Miliar

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sebesar Rp 42 miliar anggaran daerah Kabupaten Proboilnggo dialokasikan untuk belanja tidak terduga (BTT). Angka yang fantastis untuk kegiatan yang tidak terencana. Dalam triwulan pertama anggaran BTT itu sudah terpakai sepermpatnya atau sekitar Rp 11,9 miliar.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, realisasi pencairan BTT di tahun ini, sekitar Rp 2,8 miliar untuk penanganan bencana alam. Sedangkan sekitar Rp 9,1 miliar dicairkan untuk penanganan Covid-19.

Ada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengajukan pencairan BTT tersebut. Mulai dari BPBD dan Dinas Sosial (Dinsos) untuk penanganan bencana alam. Sedangkan untuk penanganan Covid-19, diajukan pencairan dari Dinas Kesehatan (Dinkes), RSUD, Bakesbangpol dan Diskominfo.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bankeuda) Kabupaten Probolinggo, Dewi Korina saat dikonfirmasi mengatakan, sesuai peruntukannya, BTT dicairkan saat diajukan untuk kegiatan penanganan bencana. Baik itu bencana alam maupun bencana nonalam.

Nah, tahun ini nilai BTT yang disiapkan pasca refocussing sekitar Rp 42 miliar. Angka itu memang besar untuk BTT, dengan kegiatan tak terduga dan tidak direncanakan sebelumnya.

”Awalnya belanja tidak terduga itu hanya dialokasikan sekitar Rp 10 miliar. Tetapi, karena aturan dari pusat yang harus siapkan 4 persen dari dari pagu DAU untuk belanja tidak terduga. Jadi nilai anggaran belanja tidak terduga yang disiapkan total mencapai sekitar Rp 42 miliar,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Adanya bencana alam dan penanganan Covid-19 selama triwulan awal tahun ini, membuat nilai realisasi BTT yang dicairkan juga cukup besar. Hingga akhir bulan Maret, kata Dewi, dana TT yang dicairkan sekitar Rp 11,9 miliar. Itu meliputi untuk bencana alam sekitar Rp 2,8 miliar dan penanganan covid-19 sekitar Rp 9,1 miliar.

”Penggunaan dana TT itu paling besar memang untuk penanganan Covid-19. Mulai dari dukungan untuk vaksinasi, kegiatan satgas dan lainnya,” terangnya. (mas/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sebesar Rp 42 miliar anggaran daerah Kabupaten Proboilnggo dialokasikan untuk belanja tidak terduga (BTT). Angka yang fantastis untuk kegiatan yang tidak terencana. Dalam triwulan pertama anggaran BTT itu sudah terpakai sepermpatnya atau sekitar Rp 11,9 miliar.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, realisasi pencairan BTT di tahun ini, sekitar Rp 2,8 miliar untuk penanganan bencana alam. Sedangkan sekitar Rp 9,1 miliar dicairkan untuk penanganan Covid-19.

Ada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengajukan pencairan BTT tersebut. Mulai dari BPBD dan Dinas Sosial (Dinsos) untuk penanganan bencana alam. Sedangkan untuk penanganan Covid-19, diajukan pencairan dari Dinas Kesehatan (Dinkes), RSUD, Bakesbangpol dan Diskominfo.

Mobile_AP_Half Page

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bankeuda) Kabupaten Probolinggo, Dewi Korina saat dikonfirmasi mengatakan, sesuai peruntukannya, BTT dicairkan saat diajukan untuk kegiatan penanganan bencana. Baik itu bencana alam maupun bencana nonalam.

Nah, tahun ini nilai BTT yang disiapkan pasca refocussing sekitar Rp 42 miliar. Angka itu memang besar untuk BTT, dengan kegiatan tak terduga dan tidak direncanakan sebelumnya.

”Awalnya belanja tidak terduga itu hanya dialokasikan sekitar Rp 10 miliar. Tetapi, karena aturan dari pusat yang harus siapkan 4 persen dari dari pagu DAU untuk belanja tidak terduga. Jadi nilai anggaran belanja tidak terduga yang disiapkan total mencapai sekitar Rp 42 miliar,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Adanya bencana alam dan penanganan Covid-19 selama triwulan awal tahun ini, membuat nilai realisasi BTT yang dicairkan juga cukup besar. Hingga akhir bulan Maret, kata Dewi, dana TT yang dicairkan sekitar Rp 11,9 miliar. Itu meliputi untuk bencana alam sekitar Rp 2,8 miliar dan penanganan covid-19 sekitar Rp 9,1 miliar.

”Penggunaan dana TT itu paling besar memang untuk penanganan Covid-19. Mulai dari dukungan untuk vaksinasi, kegiatan satgas dan lainnya,” terangnya. (mas/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2