alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

PAUD-TK di Desa Maron Kidul Disegel karena Ada Konflik

MARON, Radar Bromo – Keceriaan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Cerdik Ceria dan Taman Kanak-kanak (TK) PKK Tunas Muda 1, di Dusun Pekalen, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, mendadak berubah, Senin (21/2). Saat mereka hendak sekolah, tiba-tiba bangunan kelas dipasang segel. Alhasil, siswa harus balik kucing.

Penyegelan pertama kali diketahui oleh salah satu wali murid yang kebetulan lewat depan gedung sekolah. Di gedung TK yang memiliki 3 ruangan tersebut 2 ruang kelasnya dipalang dengan menggunakan sebuah bambu, hingga menutup akses jalan masuk ke dalam kelas.

Di sela-sela bambu tersebut terdapat sebuah tripleks bertuliskan: “Dilarang Keras Masuk Gedung TK dan PAUD”. Dalam pesan singkat tersebut bertanda tangan pemilik tanah.

“Penyegelan ini diketahui kemarin malam (Minggu malam, Red). Wali murid mengadu jika kelas ditutup oleh pemilik. Nah, berita itu baru ramai setelah Senin pagi siswa saat siswa hendak masuk sekolah. Karena sudah disegel, akhirnya terpaksa belajar di luar,” ujar Abdullah Said, warga setempat saat ditemui, Senin (21/2) siang.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, tanah yang ditempati oleh bangunan sekolah PAUD dan TK itu merupakan tanah hibah milik Munawi, warga desa setempat. Pemilik tanah menghibahkan tanah seluas 180 meter persegi itu kepada Pemerintah Desa Maron Kidul pada tahun 2011 lalu.

Kepala sekolah TK PKK Tunas Muda 1, Supiyati Ningsih mengatakan, tidak mengetahui pasti apa permasalahan yang membuat sekolahnya disegel. Sementara yang melakukan penyegelan adalah pemilik tanah Munawi.

Sekolah memiliki 83 siswa. Di antaranya adalah 30 siswa jenjang PAUD dan 53 siswa jenjang TK. Mereka pun terpaksa belajar di teras karena tidak bisa masuk dalam ruang kelas.

MARON, Radar Bromo – Keceriaan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Cerdik Ceria dan Taman Kanak-kanak (TK) PKK Tunas Muda 1, di Dusun Pekalen, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, mendadak berubah, Senin (21/2). Saat mereka hendak sekolah, tiba-tiba bangunan kelas dipasang segel. Alhasil, siswa harus balik kucing.

Penyegelan pertama kali diketahui oleh salah satu wali murid yang kebetulan lewat depan gedung sekolah. Di gedung TK yang memiliki 3 ruangan tersebut 2 ruang kelasnya dipalang dengan menggunakan sebuah bambu, hingga menutup akses jalan masuk ke dalam kelas.

Di sela-sela bambu tersebut terdapat sebuah tripleks bertuliskan: “Dilarang Keras Masuk Gedung TK dan PAUD”. Dalam pesan singkat tersebut bertanda tangan pemilik tanah.

“Penyegelan ini diketahui kemarin malam (Minggu malam, Red). Wali murid mengadu jika kelas ditutup oleh pemilik. Nah, berita itu baru ramai setelah Senin pagi siswa saat siswa hendak masuk sekolah. Karena sudah disegel, akhirnya terpaksa belajar di luar,” ujar Abdullah Said, warga setempat saat ditemui, Senin (21/2) siang.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, tanah yang ditempati oleh bangunan sekolah PAUD dan TK itu merupakan tanah hibah milik Munawi, warga desa setempat. Pemilik tanah menghibahkan tanah seluas 180 meter persegi itu kepada Pemerintah Desa Maron Kidul pada tahun 2011 lalu.

Kepala sekolah TK PKK Tunas Muda 1, Supiyati Ningsih mengatakan, tidak mengetahui pasti apa permasalahan yang membuat sekolahnya disegel. Sementara yang melakukan penyegelan adalah pemilik tanah Munawi.

Sekolah memiliki 83 siswa. Di antaranya adalah 30 siswa jenjang PAUD dan 53 siswa jenjang TK. Mereka pun terpaksa belajar di teras karena tidak bisa masuk dalam ruang kelas.

MOST READ

BERITA TERBARU

/