alexametrics
24 C
Probolinggo
Sunday, 28 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Nenek asal Banyuanyar yang Viral BPNT Dicabut, Diusulkan Dapat Lagi

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANYUANYAR, Radar Bromo – Muati, 65, warga Dusun Sawo RT 11/RW 4, Desa Tarokan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, sempat menjadi perbincangan di media sosial (medos). Sebab, bantuan yang sudah sampai di tangannya ditarik kembali. Alasannya, ia tak berhak atas Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).

Namun Muati kini bisa bernapas lega. Sebab, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo berjanji akan mengajukannya kembali ke Pemerintah Pusat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT.

“Mbah Muati sudah diberi pengertian bahwa per bulan ini (Januari), beliau tidak dapat BPNT. Namun secara ekonomi masih layak diberikan bantuan lagi. Mengingat hanya tinggal dengan suaminya yang sakit,” ujar Kabid Perlindungan Jaminan dan Sosial Dinsos Kabupaten Probolinggo Ofie Agustin.

Ofie mengaku, pihaknya sudah mengajukan kembali untuk mendapatkan BPNT. Sambil menunggu dari Pusat, kemarin Pilar Dinsos Paguyuban Penyalur Agen 46 Cabang Probolinggo memberikan bantuan sembako kepada Muati. “Kami masih belum dapat konfirmasi pasti soal penghapusan Mbah Muati sebagai KPM BPNT,” ujarnya.

Pengawas Paguyuban Agen 46 Cabang Probolinggo Dawamudin mengaku telah mendatangi rumah pasangan suami istri (pasutri), Mursid dan Muati. Menurutnya, data BNPT-nya tidak tersedia karena imbas pengurangan KPM dari Pusat.

Diketahui, selama ini sehari-hari Muati hidup dengan mencari sisa jagung yang sudah dipanen oleh petani. “Dari hasil mencari sisa jagung itu, Bu Muati sehari kadang dapat 3 kilogram jagung dan dijual seharga Rp 12.000. Itu kalau dapat,” ujarnya. (mas/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

BANYUANYAR, Radar Bromo – Muati, 65, warga Dusun Sawo RT 11/RW 4, Desa Tarokan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, sempat menjadi perbincangan di media sosial (medos). Sebab, bantuan yang sudah sampai di tangannya ditarik kembali. Alasannya, ia tak berhak atas Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).

Namun Muati kini bisa bernapas lega. Sebab, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo berjanji akan mengajukannya kembali ke Pemerintah Pusat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT.

“Mbah Muati sudah diberi pengertian bahwa per bulan ini (Januari), beliau tidak dapat BPNT. Namun secara ekonomi masih layak diberikan bantuan lagi. Mengingat hanya tinggal dengan suaminya yang sakit,” ujar Kabid Perlindungan Jaminan dan Sosial Dinsos Kabupaten Probolinggo Ofie Agustin.

Mobile_AP_Half Page

Ofie mengaku, pihaknya sudah mengajukan kembali untuk mendapatkan BPNT. Sambil menunggu dari Pusat, kemarin Pilar Dinsos Paguyuban Penyalur Agen 46 Cabang Probolinggo memberikan bantuan sembako kepada Muati. “Kami masih belum dapat konfirmasi pasti soal penghapusan Mbah Muati sebagai KPM BPNT,” ujarnya.

Pengawas Paguyuban Agen 46 Cabang Probolinggo Dawamudin mengaku telah mendatangi rumah pasangan suami istri (pasutri), Mursid dan Muati. Menurutnya, data BNPT-nya tidak tersedia karena imbas pengurangan KPM dari Pusat.

Diketahui, selama ini sehari-hari Muati hidup dengan mencari sisa jagung yang sudah dipanen oleh petani. “Dari hasil mencari sisa jagung itu, Bu Muati sehari kadang dapat 3 kilogram jagung dan dijual seharga Rp 12.000. Itu kalau dapat,” ujarnya. (mas/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2