alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 4 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Meski Tak Tercapai, Target Garam di Kab Probolinggo Tidak Berubah

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

DRINGU, Radar Bromo – Target produksi garam yang dibebankan kepada Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskan) Kabupaten Probolinggo tahun kemarin tidak tercapai. Karenanya, target tahun ini tidak berubah. Artinya, sama dengan tahun sebelumnya yang tidak tercapai.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengatakan, produksi garam saat ini tetap dipatok 22.000 ton. Hal ini ditetapkan setelah melalui beberapa pertimbangan yang cukup matang. “Target produksi garam tetap seperti tahun lalu. Kami coba maksimalkan sejak awal tahun,” katanya.

Pertimbangannya, salah satunya memperhatikan kondisi cuaca yang mungkin terjadi. Berkaca pada tahun lalu, Kabupaten Probolinggo tejadi dua kali periode hujan. Yakni, Januari hingga April dan September hingga Desember. Sehingga, masa produksi garam menjadi lebih singkat. Hal ini berdampak pada produktivitas garam.

Tidak dapat dipungkiri produksi garam di Kabupaten Probolinggo saat ini masih sangat bergantung pada cuaca. Produksi garam hanya dapat dilakukan saat kondisi sedang panas agar proses kristalisasi berlangsung dengan maksimal.

“Tahun lalu produksi garam cukup rendah. Kristalisasi garam yang berlangsung harus dalam kondisi terik. Jika hujan, maka harus mengulang dari awal. Tentunya produksi garam akan terpengaruh,” katanya.

Hari mengatakan, untuk wilayah produksi garam di Kabupaten Probolinggo. tersebar dibeberapa titik. Di antaranya, di Kecamatan Gending, Pajarakan, Kraksaan, dan Paiton. Tidak hanya produksi secara konvensional yang akan bisa dilakukan untuk mengejar target, tapi juga akan dilakukan upaya penambahan luasan tambak garam yang dilapisi geomembran untuk meningkatkan produksi. “Rencana strategis kami susun, mudah-mudahan tahun ini target bisa tercapai,” harapnya. (ar/rud/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

DRINGU, Radar Bromo – Target produksi garam yang dibebankan kepada Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskan) Kabupaten Probolinggo tahun kemarin tidak tercapai. Karenanya, target tahun ini tidak berubah. Artinya, sama dengan tahun sebelumnya yang tidak tercapai.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengatakan, produksi garam saat ini tetap dipatok 22.000 ton. Hal ini ditetapkan setelah melalui beberapa pertimbangan yang cukup matang. “Target produksi garam tetap seperti tahun lalu. Kami coba maksimalkan sejak awal tahun,” katanya.

Pertimbangannya, salah satunya memperhatikan kondisi cuaca yang mungkin terjadi. Berkaca pada tahun lalu, Kabupaten Probolinggo tejadi dua kali periode hujan. Yakni, Januari hingga April dan September hingga Desember. Sehingga, masa produksi garam menjadi lebih singkat. Hal ini berdampak pada produktivitas garam.

Mobile_AP_Half Page

Tidak dapat dipungkiri produksi garam di Kabupaten Probolinggo saat ini masih sangat bergantung pada cuaca. Produksi garam hanya dapat dilakukan saat kondisi sedang panas agar proses kristalisasi berlangsung dengan maksimal.

“Tahun lalu produksi garam cukup rendah. Kristalisasi garam yang berlangsung harus dalam kondisi terik. Jika hujan, maka harus mengulang dari awal. Tentunya produksi garam akan terpengaruh,” katanya.

Hari mengatakan, untuk wilayah produksi garam di Kabupaten Probolinggo. tersebar dibeberapa titik. Di antaranya, di Kecamatan Gending, Pajarakan, Kraksaan, dan Paiton. Tidak hanya produksi secara konvensional yang akan bisa dilakukan untuk mengejar target, tapi juga akan dilakukan upaya penambahan luasan tambak garam yang dilapisi geomembran untuk meningkatkan produksi. “Rencana strategis kami susun, mudah-mudahan tahun ini target bisa tercapai,” harapnya. (ar/rud/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2