alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Kerusakan RSUD Waluyo Jati Puluhan Juta, Polisi Sudah Periksa 9 Saksi

KRAKSAAN, Radar Bromo – Aksi perebutan jenazah yang terjadi Sabtu lalu, menimbulkan sejumlah kerusakan di RSUD Waluyo Jati. Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan Sugianto mengatakan bahwa akibat aksi penggerudukan warga, beberapa fasilitas dan inventaris RSUD mengalami kerusakan. Sehingga perlu perbaikan agar lebih nyaman dan lebih baik untuk memberikan layanan kesehatan secara optimal.

“Kerusakan ada dibagian pintu aluminium dan kaca, pintu kayu , pagar besi, kasur pasien, papan nama, pot bunga, bunga gerbang besi dan kuncinya, tembok juga rusak. Taksiran kerugian materiil sekitar Rp 35 juta,” katanya. Dalam kasus perusakan di RSUD Waluyo Jati ini, kepolisian juga masih menyelidiki. Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso mengatakan, pihaknya telah memeriksa sebanyak 9 orang saksi yang terdiri dari satpam, petugas medis dan saksi mata saat kejadian berlangsung. Namun demikian masih perlu dilakukan pendalaman keterangan yang disampaikan oleh saksi.

Ambil Paksa Jenazah Covid-19 Terulang, Fasilitas RSUD Sampai Rusak

“Keterangan yang disampaikan nanti kami pilah, peran dari terduga pelaku mana yang jadi provokator dan mana pelaku pengrusakan,” katanya.

Polisi juga telah menyiapkan 3 pasal sekaligus untuk para terduga pelaku. Di antaranya terkait provokasi akan dikenakan pasal 160 KUHP, lalu pasal 170 KUHP terkait pengrusakan yang dilakukan secara bersama-sama, dan terakhir pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Dalam perkara nanti kami jadikan satu, karena ini dilakukan secara bersama-sama. Maka nanti kami juncto-kan perkara pengrusakan dan penjemputan paksa jenazah positif Covid-19,” pungkasnya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Aksi perebutan jenazah yang terjadi Sabtu lalu, menimbulkan sejumlah kerusakan di RSUD Waluyo Jati. Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan Sugianto mengatakan bahwa akibat aksi penggerudukan warga, beberapa fasilitas dan inventaris RSUD mengalami kerusakan. Sehingga perlu perbaikan agar lebih nyaman dan lebih baik untuk memberikan layanan kesehatan secara optimal.

“Kerusakan ada dibagian pintu aluminium dan kaca, pintu kayu , pagar besi, kasur pasien, papan nama, pot bunga, bunga gerbang besi dan kuncinya, tembok juga rusak. Taksiran kerugian materiil sekitar Rp 35 juta,” katanya. Dalam kasus perusakan di RSUD Waluyo Jati ini, kepolisian juga masih menyelidiki. Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso mengatakan, pihaknya telah memeriksa sebanyak 9 orang saksi yang terdiri dari satpam, petugas medis dan saksi mata saat kejadian berlangsung. Namun demikian masih perlu dilakukan pendalaman keterangan yang disampaikan oleh saksi.

Ambil Paksa Jenazah Covid-19 Terulang, Fasilitas RSUD Sampai Rusak

“Keterangan yang disampaikan nanti kami pilah, peran dari terduga pelaku mana yang jadi provokator dan mana pelaku pengrusakan,” katanya.

Polisi juga telah menyiapkan 3 pasal sekaligus untuk para terduga pelaku. Di antaranya terkait provokasi akan dikenakan pasal 160 KUHP, lalu pasal 170 KUHP terkait pengrusakan yang dilakukan secara bersama-sama, dan terakhir pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Dalam perkara nanti kami jadikan satu, karena ini dilakukan secara bersama-sama. Maka nanti kami juncto-kan perkara pengrusakan dan penjemputan paksa jenazah positif Covid-19,” pungkasnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/