alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Satu Kamar di Rutan Kraksaan Dihuni 40 Napi

KRAKSAAN, Radar Bromo – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, masih over kapasitas. Bahkan, satu kamar ukuran 5×6 meter berisi 40 warga binaan. Karenanya, masalah kesehatan mereka menjadi perhatian serius.

Dalam kesehatan ini, Rutan Kraksaan melibatkan pihak ketiga. Tujuannya mengontrol dan memastikan kesehatan maupun penanganan warga binaan yang sedang sakit bisa maksimal.

Kepala Rutan Kelas II B Kraksaan Bambang Irawan mengatakan, minimnya personel dan tim medis di Rutan Kraksaan, membuat pihaknya harus berinovasi. Salah satunya dengan berkerja sama dengan pihak kesehatan. “Tim medis atau klinik ada. Hanya saja kami juga meminta bantuan pihak kesehatan. Dalam hal ini Puskesmas Kraksaan,” ujarnya.

Berdasarkan kerja sama ini, Puskesmas Kraksaan rutin datang untuk memeriksa kesehatan warga binaan. Ratusan warga binaan itu diperiksa secara bergantian. Rutan juga menyediakan ruangan khusus bagi warga binaan yang sedang sakit.

Bambang mengatakan, sejauh ini kapasitas hunian di rutan masih overload. Rutan Kraksaan dihuni oleh 380 warga binaan. “Maksimal kapasitasnya 304 orang dengan sekitar 26 kamar. Di sini masih mending, bahkan ada rutan yang lebih dari 300 persen overload-nya,” katanya.

Dari 26 kamar yang dihuni oleh para narapidana dan tahanan itu, setiap kamar memiliki kapasitas berbeda. Ada 4 kamar berukuran besar dan 1 kamar adalah kamar warga binaan perempuan. “Untuk kamar yang besar (5×6 meter) bisa 40 orang. Namun, di sini dihuni lebih dari itu. Begitu pula kamar-kamar lainnya Jadi, tidak sesuai kapasitasnya,” ujarnya. (mu/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, masih over kapasitas. Bahkan, satu kamar ukuran 5×6 meter berisi 40 warga binaan. Karenanya, masalah kesehatan mereka menjadi perhatian serius.

Dalam kesehatan ini, Rutan Kraksaan melibatkan pihak ketiga. Tujuannya mengontrol dan memastikan kesehatan maupun penanganan warga binaan yang sedang sakit bisa maksimal.

Kepala Rutan Kelas II B Kraksaan Bambang Irawan mengatakan, minimnya personel dan tim medis di Rutan Kraksaan, membuat pihaknya harus berinovasi. Salah satunya dengan berkerja sama dengan pihak kesehatan. “Tim medis atau klinik ada. Hanya saja kami juga meminta bantuan pihak kesehatan. Dalam hal ini Puskesmas Kraksaan,” ujarnya.

Berdasarkan kerja sama ini, Puskesmas Kraksaan rutin datang untuk memeriksa kesehatan warga binaan. Ratusan warga binaan itu diperiksa secara bergantian. Rutan juga menyediakan ruangan khusus bagi warga binaan yang sedang sakit.

Bambang mengatakan, sejauh ini kapasitas hunian di rutan masih overload. Rutan Kraksaan dihuni oleh 380 warga binaan. “Maksimal kapasitasnya 304 orang dengan sekitar 26 kamar. Di sini masih mending, bahkan ada rutan yang lebih dari 300 persen overload-nya,” katanya.

Dari 26 kamar yang dihuni oleh para narapidana dan tahanan itu, setiap kamar memiliki kapasitas berbeda. Ada 4 kamar berukuran besar dan 1 kamar adalah kamar warga binaan perempuan. “Untuk kamar yang besar (5×6 meter) bisa 40 orang. Namun, di sini dihuni lebih dari itu. Begitu pula kamar-kamar lainnya Jadi, tidak sesuai kapasitasnya,” ujarnya. (mu/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/