alexametrics
24.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Bidik Warung Esek-Esek hingga Jelang Libur Nataru

KRAKSAAN, Radar Bromo – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (nataru), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Probolinggo mulai mengintensifkan pengawasan wilayah yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat. Salah satunya warung esek-esek yang sebelumnya pernah terjaring razia.

Kasi Penyelidikan dan Penindakan Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Budi Utomo mengatakan, pengawasan yang dilakukan itu untuk memastikan agar aktivitas prostitusi tersebut tidak beroperasi lagi. Pasalnya keberadaannya menimbulkan keresahan dan mengganggu kenyamanan masyarakat. Tak jarang warga sekitar lokasi mengadu, sehingga perlu ditindaklanjuti.

“Walaupun Nataru tahun ini ada pembatasan yang harus dipatuhi karena pandemi masih mengancam, potensi menggeliatnya warung esek-esek cukup besar. Karenanya kami tetap berupaya mewujudkan ketertiban dan kenyamanan di lingkungan masyarakat,” katanya.

Budi menjelaskan jika sampai dengan saat ini pihaknya masih intens mengawasi warung esek-esek yang sebelumnya sudah pernah terjaring razia. Di antaranya ada sekitar 10 warung esek-esek yang tersebar di Kecamatan Leces, Tegalsiwalan, Kraksaan, Besuk, dan Paiton. Warung tersebut merupakan laporan dari warga, sebab tidak hanya menyediakan makanan dan minuman tetapi juga PSK yang siap untuk melayani pria hidung belang.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (nataru), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Probolinggo mulai mengintensifkan pengawasan wilayah yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat. Salah satunya warung esek-esek yang sebelumnya pernah terjaring razia.

Kasi Penyelidikan dan Penindakan Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Budi Utomo mengatakan, pengawasan yang dilakukan itu untuk memastikan agar aktivitas prostitusi tersebut tidak beroperasi lagi. Pasalnya keberadaannya menimbulkan keresahan dan mengganggu kenyamanan masyarakat. Tak jarang warga sekitar lokasi mengadu, sehingga perlu ditindaklanjuti.

“Walaupun Nataru tahun ini ada pembatasan yang harus dipatuhi karena pandemi masih mengancam, potensi menggeliatnya warung esek-esek cukup besar. Karenanya kami tetap berupaya mewujudkan ketertiban dan kenyamanan di lingkungan masyarakat,” katanya.

Budi menjelaskan jika sampai dengan saat ini pihaknya masih intens mengawasi warung esek-esek yang sebelumnya sudah pernah terjaring razia. Di antaranya ada sekitar 10 warung esek-esek yang tersebar di Kecamatan Leces, Tegalsiwalan, Kraksaan, Besuk, dan Paiton. Warung tersebut merupakan laporan dari warga, sebab tidak hanya menyediakan makanan dan minuman tetapi juga PSK yang siap untuk melayani pria hidung belang.

MOST READ

BERITA TERBARU

/