alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Ditempeli Stiker Penerima BPNT, Tapi Warga di Tiris Belum Terima

TIRIS, Radar Bromo – Sebuah unggahan warga di Kabupaten Probolinggo viral di media sosial (medsos). Pasalnya, dalam posting-an salah satu akun merasa kecewa terhadap pemerintah. Sebab, warga tersebut belum mendapatkan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT), namun di rumahnya telah terpasang stiker salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT.

Posting-an itu diunggah oleh akun bernama X Karemilate. Akun itu mengunggah sebuah foto stiker salah satu KPM BPNT atas nama Misna yang merupakan warga Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris. Dan menuliskan bahwa tidak ada gunanya ditempeli kertas KPM BPNT, sebab saat poses realisasi, tidak menerima bantuan tersebut.

“Apa gunanya kertas ini, kalau menurut kertas ini dapat BPNT. Sedangkan ketika sudah datang, kami tidak mendapatkan BPNT. Mohon maaf, saya bertanya seperti itu bukan karena serakah pada makanan. Tetapi jika dapat bantuan, tolong disalurkan. Bila tidak dapat, bilang tidak,” tulis akun itu.

Sementara itu Pj Kepala Desa Tlogosari Mohammad Nuri membenarkan bahwa KPM BPNT atas nama Misna merupakan warganya yang berasal dari Dusun Buntoh. Dirinya kemudian mengonfirmasi terkait dengan posting-an yang dilakukan di media sosial.

“Benar itu warga desa kami. Saat dikonfirmasi memang dirinya sudah tidak pernah mendapatkan BPNT sejak 5 bulan lalu dan saldonya kosong,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal yang serupa, pihaknya kemudian melakukan pendataan kepada KPM BPNT yang beberapa bulan belakangan tidak menerima bantuan. “Kami lakukan kroscek lagi siapa saja warga desa yang mengalami hal yang sama. Nanti kami coba koordinasikan dengan Dinas Sosial,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator BPNT Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Mustahiqul Ilmi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pada Maret lalu telah menonaktifkan 20.799 KPM BPNT. Hal ini dilakukan karena terdapat data ganda yang salah satunya harus dihapus.

Penonaktifan ini dilakukan merupakan tindak lanjut dari Surat Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah III pada Mei lalu. Perihal Laporan Penonaktifan Rekening, data KPM bantuan program sembako berdasarkan pemadanan data OM-SPAN dengan DTKS finalisasi bulan Januari 2020. Yang sudah padan dengan data Dukcapil.

“Atas nama yang Misna memang sudah dinonaktifkan sejak bulan Juni. Data by name by address dikirim kepada tenaga kesejahteraan sosial kecamatan. Selaku pendamping bantuan sosial pangan kecamatan,” terangnya. (ar/fun)

TIRIS, Radar Bromo – Sebuah unggahan warga di Kabupaten Probolinggo viral di media sosial (medsos). Pasalnya, dalam posting-an salah satu akun merasa kecewa terhadap pemerintah. Sebab, warga tersebut belum mendapatkan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT), namun di rumahnya telah terpasang stiker salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT.

Posting-an itu diunggah oleh akun bernama X Karemilate. Akun itu mengunggah sebuah foto stiker salah satu KPM BPNT atas nama Misna yang merupakan warga Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris. Dan menuliskan bahwa tidak ada gunanya ditempeli kertas KPM BPNT, sebab saat poses realisasi, tidak menerima bantuan tersebut.

“Apa gunanya kertas ini, kalau menurut kertas ini dapat BPNT. Sedangkan ketika sudah datang, kami tidak mendapatkan BPNT. Mohon maaf, saya bertanya seperti itu bukan karena serakah pada makanan. Tetapi jika dapat bantuan, tolong disalurkan. Bila tidak dapat, bilang tidak,” tulis akun itu.

Sementara itu Pj Kepala Desa Tlogosari Mohammad Nuri membenarkan bahwa KPM BPNT atas nama Misna merupakan warganya yang berasal dari Dusun Buntoh. Dirinya kemudian mengonfirmasi terkait dengan posting-an yang dilakukan di media sosial.

“Benar itu warga desa kami. Saat dikonfirmasi memang dirinya sudah tidak pernah mendapatkan BPNT sejak 5 bulan lalu dan saldonya kosong,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal yang serupa, pihaknya kemudian melakukan pendataan kepada KPM BPNT yang beberapa bulan belakangan tidak menerima bantuan. “Kami lakukan kroscek lagi siapa saja warga desa yang mengalami hal yang sama. Nanti kami coba koordinasikan dengan Dinas Sosial,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator BPNT Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Mustahiqul Ilmi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pada Maret lalu telah menonaktifkan 20.799 KPM BPNT. Hal ini dilakukan karena terdapat data ganda yang salah satunya harus dihapus.

Penonaktifan ini dilakukan merupakan tindak lanjut dari Surat Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah III pada Mei lalu. Perihal Laporan Penonaktifan Rekening, data KPM bantuan program sembako berdasarkan pemadanan data OM-SPAN dengan DTKS finalisasi bulan Januari 2020. Yang sudah padan dengan data Dukcapil.

“Atas nama yang Misna memang sudah dinonaktifkan sejak bulan Juni. Data by name by address dikirim kepada tenaga kesejahteraan sosial kecamatan. Selaku pendamping bantuan sosial pangan kecamatan,” terangnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/