alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

RSUD Waluyo Jati Berlakukan Pembatasan Layanan di IGD

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sudah sepekan sudah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan membatasi layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Ini lantaran masih terjadi lonjakan kasus Covid-19. Kebijakan tersebut hingga kini masih tetap diberlakukan. Manajemen RSUD belum bisa memastikan kapan kebijakan tersebut akan dicabut dan layanan kembali normal.

Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Sugianto mengatakan bahwa jika pembatasan layanan IGD sementara saat ini, tetap diperuntukkan pasien Covid-19. Apalagi kasus Covid-19 yang saat ini masih kerap terjadi lonjakan pasien yang perlu dilakukan tindakan secara cepat dan tepat.

“Kebijakan pembatasan masih tetap kami lakukan, mengingat kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo masih menjadi perhatian serius. Masih ada lonjakan pasien,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan ini dirasa perlu untuk dilakukan. Pasalnya kamar IGD yang ada saat ini sudah penuh. Selain itu tingkat keterisian Ruang Isolasi Khusus (RIK) sudah mencapai 90 persen. Kendati demikan, tingkat keterisian tersebut selalu terus bergerak dinamis. Hal ini terjadi karena terjadi perpindahan dari pasien dari IGD menuju RIK. Selanjutnya pasien yang dirawat di RIK dapat berkurang jika pasien sudah sembuh. Atau digeser ke ruang karantina yang sudah disiapkan oleh pemerintah kabupaten.

“Tingkat keterisian tempat tidur begitu cepat berubah. Untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 yang bergejala kami sudah tambahkan 18 tempat tidur. Agar pasien yang datang segera bisa ditangani,” katanya.

Pembatasan yang dilakukan RSUD Waluyo Jati hanya pada layanan IGD. Untuk layanan pasien rawat jalan tetap dilayani sesuai dengan prosedur yang berlaku. Termasuk pasien yang sudah dirawat inap tetap diberikan layanan kesehatan sebagaimana mestinya. Disinggung terkait dengan berakhirnya pembatasan layanan IGD. Pihaknya masih belum bisa memastikan. Sebab kebijakan yang diterapkan menyesuaikan perkembangan Covid-19 di Kabupaten Probolinggo.

“Perubahan jumlah pasien akan mempengaruhi kebijakan dan aturan-aturan yang diberlakukan. Setiap harinya kami terus lakukan pemantauan. Kebijakan yang diterapkan merupakan salah satu ikhtiar untuk penanganan pandemi,” bebernya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sudah sepekan sudah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan membatasi layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Ini lantaran masih terjadi lonjakan kasus Covid-19. Kebijakan tersebut hingga kini masih tetap diberlakukan. Manajemen RSUD belum bisa memastikan kapan kebijakan tersebut akan dicabut dan layanan kembali normal.

Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Sugianto mengatakan bahwa jika pembatasan layanan IGD sementara saat ini, tetap diperuntukkan pasien Covid-19. Apalagi kasus Covid-19 yang saat ini masih kerap terjadi lonjakan pasien yang perlu dilakukan tindakan secara cepat dan tepat.

“Kebijakan pembatasan masih tetap kami lakukan, mengingat kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo masih menjadi perhatian serius. Masih ada lonjakan pasien,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan ini dirasa perlu untuk dilakukan. Pasalnya kamar IGD yang ada saat ini sudah penuh. Selain itu tingkat keterisian Ruang Isolasi Khusus (RIK) sudah mencapai 90 persen. Kendati demikan, tingkat keterisian tersebut selalu terus bergerak dinamis. Hal ini terjadi karena terjadi perpindahan dari pasien dari IGD menuju RIK. Selanjutnya pasien yang dirawat di RIK dapat berkurang jika pasien sudah sembuh. Atau digeser ke ruang karantina yang sudah disiapkan oleh pemerintah kabupaten.

“Tingkat keterisian tempat tidur begitu cepat berubah. Untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 yang bergejala kami sudah tambahkan 18 tempat tidur. Agar pasien yang datang segera bisa ditangani,” katanya.

Pembatasan yang dilakukan RSUD Waluyo Jati hanya pada layanan IGD. Untuk layanan pasien rawat jalan tetap dilayani sesuai dengan prosedur yang berlaku. Termasuk pasien yang sudah dirawat inap tetap diberikan layanan kesehatan sebagaimana mestinya. Disinggung terkait dengan berakhirnya pembatasan layanan IGD. Pihaknya masih belum bisa memastikan. Sebab kebijakan yang diterapkan menyesuaikan perkembangan Covid-19 di Kabupaten Probolinggo.

“Perubahan jumlah pasien akan mempengaruhi kebijakan dan aturan-aturan yang diberlakukan. Setiap harinya kami terus lakukan pemantauan. Kebijakan yang diterapkan merupakan salah satu ikhtiar untuk penanganan pandemi,” bebernya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/