alexametrics
25 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Waspadai Harga Daging Murah, Lebih Aman Beli Daging Potongan RPH

KRAKSAAN, Radar Bromo– Adanya wabah PMK membuat sejumlah masyarakat resah dalam mengkonsumsi daging produk hewan. Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo mengimbau masyarakat agar lebih aman mengkonsumsi produk hewan yang dijual di kios-kios daging, namun daging yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan (RPH).

Medik Veteriner Muda Diperta Kabupaten Probolinggo Nikolas Nuryulianto mengatakan, kabar tetang bahayanya daging pada masa wabah PMK sudah sampai ke pihaknya. Oleh sebabnya, ia mengimbau agar masyarakat dapat membeli atau mengkonsumsi produk hewan daging dari kios-kios daging yang dagingnya diperoleh dari RPH.

“Karena jika dipotong di RPH, dagingnya diperiksa terlebih dahulu oleh dokter hewan dan petugas teknis peternakan. Hal ini lebih terjamin kebersihan dan kesehatannya,” katanya, Minggu (19/6).

Nikolas mengatakan, pihaknya meminta agar masyarakat agar tidak mendengarkan berita hoax yang disampaikan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Apalagi ada kabar jika PMK menular pada manusia.

“Kami tegaskan kepada masyarakat, wabah PMK ini tidak menular kepada manusia. Jadi kami minta masyarakat untuk tidak mudah percaya berita hoax. Dapatkan informasi yang valid mengenai PMK dari dokter hewan dan petugas teknis peternakan,” ujarnya.

Menurut Niko, apabila menemukan orang yang menyebarkan berita hoax atau berita yang tidak benar terkait PMK, mohon disampaikan kepada pemerintah. Tidak perlu takut. “Sampaikan kepada yang menyebarkan tersebut bahwa sebenarnya PMK tidak berbahaya kepada manusia. Lebih lebih di laporkan kepada petugas, untuk dapat diberi pemahaman,” ujarnya.

Sementara itu, harga daging yang normal itu di Kabupaten Probolinggo lanjutnya, Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu per kilogramnya. Misal ada yang harganya Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogramnya pihaknya tidak merekomendasikan untuk dibeli.

KRAKSAAN, Radar Bromo– Adanya wabah PMK membuat sejumlah masyarakat resah dalam mengkonsumsi daging produk hewan. Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo mengimbau masyarakat agar lebih aman mengkonsumsi produk hewan yang dijual di kios-kios daging, namun daging yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan (RPH).

Medik Veteriner Muda Diperta Kabupaten Probolinggo Nikolas Nuryulianto mengatakan, kabar tetang bahayanya daging pada masa wabah PMK sudah sampai ke pihaknya. Oleh sebabnya, ia mengimbau agar masyarakat dapat membeli atau mengkonsumsi produk hewan daging dari kios-kios daging yang dagingnya diperoleh dari RPH.

“Karena jika dipotong di RPH, dagingnya diperiksa terlebih dahulu oleh dokter hewan dan petugas teknis peternakan. Hal ini lebih terjamin kebersihan dan kesehatannya,” katanya, Minggu (19/6).

Nikolas mengatakan, pihaknya meminta agar masyarakat agar tidak mendengarkan berita hoax yang disampaikan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Apalagi ada kabar jika PMK menular pada manusia.

“Kami tegaskan kepada masyarakat, wabah PMK ini tidak menular kepada manusia. Jadi kami minta masyarakat untuk tidak mudah percaya berita hoax. Dapatkan informasi yang valid mengenai PMK dari dokter hewan dan petugas teknis peternakan,” ujarnya.

Menurut Niko, apabila menemukan orang yang menyebarkan berita hoax atau berita yang tidak benar terkait PMK, mohon disampaikan kepada pemerintah. Tidak perlu takut. “Sampaikan kepada yang menyebarkan tersebut bahwa sebenarnya PMK tidak berbahaya kepada manusia. Lebih lebih di laporkan kepada petugas, untuk dapat diberi pemahaman,” ujarnya.

Sementara itu, harga daging yang normal itu di Kabupaten Probolinggo lanjutnya, Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu per kilogramnya. Misal ada yang harganya Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogramnya pihaknya tidak merekomendasikan untuk dibeli.

MOST READ

BERITA TERBARU

/