alexametrics
30.9 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Ada 83 Ekor Sapi Mati di Kab Probolinggo, yang Sembuh 629 Ekor

DRINGU, Radar Bromo – Penyebaran wabah virus penyakit mulut dan kuku (PMK) semakin mengkhawatirkan. Perlu upaya penanggulangan serius untuk menekan penyakit tersebut. Sampai dengan Jumat (17/6) dari sapi yang sudah telah terpapar, sebanyak 629 sapi dinyatakan sembuh. Sementara ada 83 ekor sapi yang mati per Sabtu (18/6).

Sapi yang dinyatakan sembuh dari virus PMK tersebut setelah mendapat penanganan yang cepat dan tepat. Sehingga sapi yang terpapar tidak sampai melemahkan imun tubuh. Sehingga secara bertahap dapat pulih kembali.

“Memang ada sapi yang terpapar, akan tetapi tidak semuanya sapi mati. Ada beberapa sapi yang sembuh. Sementara lainnya dalam proses perawatan sekaligus pemantauan,” kata Medik Veteriner Muda Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian hingga Jumat (17/6) sapi potong yang terindikasi terpapar PMK sebanyak 7.734 ekor atau 2,47persen dari populasi 312.932 ekor. Dari jumlah tersebut, sembuh 556 ekor. Sementara sapi perah yang terindikasi sebanyak terpapar PMK sebanyak 1.871 ekor atau 26,4 persen dari populasi 8.160 ekor, darn ada 73 ekor sembuh.

Kemudian domba yang terindikasi PMK sebanyak 50 ekor atau 0,81persen dari populasi 76.721 ekor; kambing yang terindikasi sebanyak 57 ekor atau 1,85 persen dari populasi 54.923 ekor; serta babi yang belum terpapar PMK sebanyak 2.010 ekor.

“Kami selalu berupaya melakukan pengobatan kepada ternak yang sakit. Namun semua itu tergantung kepada imunitas tubuh hewan,” tandasnya.

Imunitas tubuh hewan tergantung dari higiene sanitasi yang dilakukan oleh para peternak. Bukan hanya itu asupan makanan yang diberikan kepada ternaknya turut berpengaruh. Niko menjelaskan jika petugas teknis peternakan kecamatan di lapangan sudah melakukan upaya optimal untuk memberikan terapi obat-obatan maupun penyemprotan disinfektan kepada ternak.

DRINGU, Radar Bromo – Penyebaran wabah virus penyakit mulut dan kuku (PMK) semakin mengkhawatirkan. Perlu upaya penanggulangan serius untuk menekan penyakit tersebut. Sampai dengan Jumat (17/6) dari sapi yang sudah telah terpapar, sebanyak 629 sapi dinyatakan sembuh. Sementara ada 83 ekor sapi yang mati per Sabtu (18/6).

Sapi yang dinyatakan sembuh dari virus PMK tersebut setelah mendapat penanganan yang cepat dan tepat. Sehingga sapi yang terpapar tidak sampai melemahkan imun tubuh. Sehingga secara bertahap dapat pulih kembali.

“Memang ada sapi yang terpapar, akan tetapi tidak semuanya sapi mati. Ada beberapa sapi yang sembuh. Sementara lainnya dalam proses perawatan sekaligus pemantauan,” kata Medik Veteriner Muda Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian hingga Jumat (17/6) sapi potong yang terindikasi terpapar PMK sebanyak 7.734 ekor atau 2,47persen dari populasi 312.932 ekor. Dari jumlah tersebut, sembuh 556 ekor. Sementara sapi perah yang terindikasi sebanyak terpapar PMK sebanyak 1.871 ekor atau 26,4 persen dari populasi 8.160 ekor, darn ada 73 ekor sembuh.

Kemudian domba yang terindikasi PMK sebanyak 50 ekor atau 0,81persen dari populasi 76.721 ekor; kambing yang terindikasi sebanyak 57 ekor atau 1,85 persen dari populasi 54.923 ekor; serta babi yang belum terpapar PMK sebanyak 2.010 ekor.

“Kami selalu berupaya melakukan pengobatan kepada ternak yang sakit. Namun semua itu tergantung kepada imunitas tubuh hewan,” tandasnya.

Imunitas tubuh hewan tergantung dari higiene sanitasi yang dilakukan oleh para peternak. Bukan hanya itu asupan makanan yang diberikan kepada ternaknya turut berpengaruh. Niko menjelaskan jika petugas teknis peternakan kecamatan di lapangan sudah melakukan upaya optimal untuk memberikan terapi obat-obatan maupun penyemprotan disinfektan kepada ternak.

MOST READ

BERITA TERBARU

/