Dugaan Awal, Kebakaran Hebat di Sebaung Gending Dipicu Korsleting

GENDING, Radar Bromo – Upaya petugas mengevakuasi sejumlah korban ledakan di ruko penyimpanan BBM di Sebaung, Gending, Kabupaten Probolinggo, berjalan tak mudah. Apalagi setelah di lokasi terdengar suara ledakan hingga beberapa kali.

Setelah ledakan kedua terjadi, tidak ada lagi warga yang berani mendekat. Warga yang berada sekitar lokasi kejadian hanya melihat dari jauh. Beruntung, pihak kepolisian datang dan langsung menghubungi pemadam kebakaran (damkar).

Sembari menunggu damkar datang, polisi dan warga masuk ke lokasi ledakan. Polisi mengevakuasi korban dengan dibantu warga setempat.

“Saat kami tiba di lokasi kejadian, petugas masih mengevakuasi para korban. Kami membawa dua mobil damkar untuk memadamkan api,” ujar Danang Purwanto, petugas damkar Kabupaten Probolinggo yang ada di lokasi.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, ledakan yang akhirnya memicu kebakaran itu membuat dinding lantai satu rumah korban roboh. Lalu, enam dari lima ruko yang ada di sebelah selatan rumah lantai dua itu terbakar. Ruko itu juga milik pasutri Mala-Ladiyo. Kemudian, sebuah toko yang ada di depan rumah lantai dua itu juga rusak. Toko ini jadi tempat penyimpanan alat untuk SPBU Mini.

Pihak kepolisian sendiri langsung melakukan sterilisasi terhadap bangunan itu. Warga yang awalnya mendekat, diimbau menjauh. Sebab, dikhawatirkan ada ledakan susulan.

Misnaji, Plt kades Sebaung menjelaskan, rumah itu milik pasutri Ladiyo-Mala, warga setempat. Saat kejadian, pemilik usaha tidak berada di lokasi. Tetapi, berada di rumahnya yang ada di sebelah timur bangunan yang meledak. “Yang perempuan tidak ada di lokasi. Hanya suaminya yang ada di lokasi,” katanya.

Ledakan terjadi diduga lantaran korsleting listrik. Menurutnya, sebelum ledakan diduga ada percikan api akibat korsleting listrik. Kemudian, percikan api ini mengenai tong tempat menyimpan BBM. Sehingga, mengakibatkan ledakan.

“Ledakan dari arah bawah. Diduga terjadi korsleting. Kemudian karena korsleting itu, terjadi ledakan,” jelasnya.

Pihak kepolisian sendiri hingga Kamis malam (19/3), masih di lokasi. Damkar pun masih terus melakukan pendinginan di lokasi. (sid/hn)