alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Ada 490 TPS dan 201.740 Pemilih di Pilkades Serentak Tahap Pertama

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemilihan Kepala Desa serentak tahap pertama terus dimatangkan. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo mencatat, sebanyak 490 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ratusan TPS ini nantinya akan digunakan untuk kelancaran proses pemilihan.

TPS yang sudah disiapkan tergolong cukup banyak. Sebab terdapat sebanyak 201.740 Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4). Hal ini mempengaruhi jumlah TPS yang akan digunakan oleh warga saat melakukan pencoblosan.

“Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk pemilu aman Covid-19. Salah satunya adalah batasan pemilih tidak boleh lebih dari 500 orang. Serta jumlah TPS-nya harus ganjil,” ujar Sekretaris DPMD Kabupaten Probolinggo, Hartono.

Dari 62 desa yang akan melakukan pemilihan kepala desa, dua desa memiliki TPS paling banyak yakni 15 TPS. Di antaranya adalah Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan dengan DP4 sebanyak 6.839 orang. Satu lagi adalah Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih dengan DP4 sebanyak 6.449 orang.

“Dari keseluruhan data yang sudah kami rekap, dua desa tersebut memang TPS-nya paling banyak. Tidak heran, sebab DP4 nya juga lebih banyak dibandingkan dengan desa lainnya,” ucapnya.

Menurut Hartono, Pemilihan Kepala Desa yang dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19, menjadi perhatian serius. Tidak hanya untuk mengisi kekosongan kursi kepala desa, antisipasi penyebaran virus yang saat ini masih belum mereda. Oleh karena itu penerapan protokol kesehatan dilakukan secara ketat selama pemilihan berlangsung.

“Kami berkomitmen agar pemilihan kepala desa harus aman Covid-19. Tentunya protokol kesehatan harus diterapkan dan diawasi. Pemilihan berjalan dengan lancar tanpa mengenyampingkan aturan yang sejak awal pandemi sudah diterapkan,” katanya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemilihan Kepala Desa serentak tahap pertama terus dimatangkan. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo mencatat, sebanyak 490 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ratusan TPS ini nantinya akan digunakan untuk kelancaran proses pemilihan.

TPS yang sudah disiapkan tergolong cukup banyak. Sebab terdapat sebanyak 201.740 Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4). Hal ini mempengaruhi jumlah TPS yang akan digunakan oleh warga saat melakukan pencoblosan.

“Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk pemilu aman Covid-19. Salah satunya adalah batasan pemilih tidak boleh lebih dari 500 orang. Serta jumlah TPS-nya harus ganjil,” ujar Sekretaris DPMD Kabupaten Probolinggo, Hartono.

Dari 62 desa yang akan melakukan pemilihan kepala desa, dua desa memiliki TPS paling banyak yakni 15 TPS. Di antaranya adalah Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan dengan DP4 sebanyak 6.839 orang. Satu lagi adalah Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih dengan DP4 sebanyak 6.449 orang.

“Dari keseluruhan data yang sudah kami rekap, dua desa tersebut memang TPS-nya paling banyak. Tidak heran, sebab DP4 nya juga lebih banyak dibandingkan dengan desa lainnya,” ucapnya.

Menurut Hartono, Pemilihan Kepala Desa yang dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19, menjadi perhatian serius. Tidak hanya untuk mengisi kekosongan kursi kepala desa, antisipasi penyebaran virus yang saat ini masih belum mereda. Oleh karena itu penerapan protokol kesehatan dilakukan secara ketat selama pemilihan berlangsung.

“Kami berkomitmen agar pemilihan kepala desa harus aman Covid-19. Tentunya protokol kesehatan harus diterapkan dan diawasi. Pemilihan berjalan dengan lancar tanpa mengenyampingkan aturan yang sejak awal pandemi sudah diterapkan,” katanya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/