alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 25 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Banjir Rob di Kab Probolinggo Masih Mengancam Hingga Akhir Januari

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

DRINGU, Radar Bromo – Saban tahun, sejumlah wilayah pesisir di Kabupaten Probolinggo dipastikan dihampiri banjir rob. Tahun ini menerjang wilayah timur. Ternyata, kejadian musiman ini masih berpotensi terjadi hingga akhir Januari.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono. Menurutnya, rob masih berpotensi terjadi hingga akhir Januari karena pada Desember 2020 hingga Januari ini air pasang di laut masih tinggi.

“Tingkat pasang dari Desember tahun lalu tinggi. Sehingga, pada banjir rob masih dapat terjadi hingga akhir Januari,” ujarnya Senin (18/1).

Adanya pasang ditambah musim hujan tinggi, menurutnya, menyebabkan rob dapat terjadi sewaktu-waktu. “Saat pasang air laut tinggi disertai hujan deras menyebabkan air hujan tidak bisa langsung lepas ke laut. Nah, ini yang menyebabkan banjir rob,” ujarnya.

Sementara itu, ketika rob terjadi di Dusun Karanganom, Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Rabu (13/1), menurutnya, tidak ada petani tambak garam dan pembudi daya ikan yang terdampak.

“Kami belum mendapat laporan. Sehingga, sementara ini masih belum ada. Di wilayah Karanganyar, itu juga tidak ada petani tambak garam. Kalau pembudi daya ikan ada,” ujarnya.

Sedangkan, di Kecamatan Paiton, rob menyebabkan 5 tanggul milik Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo, jebol. Panjangnya sekitar 50 meter. Sehingga, air masuk ke permukiman warga.

Adanya potensi terjadinya rob juga dibenarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo. “Bisa (terjadi banjir rob), tergantung cuaca dan ketinggian gelombang air laut,” ujar anggota Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Probolinggo Silvia Verdiana. (mu/rud/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

DRINGU, Radar Bromo – Saban tahun, sejumlah wilayah pesisir di Kabupaten Probolinggo dipastikan dihampiri banjir rob. Tahun ini menerjang wilayah timur. Ternyata, kejadian musiman ini masih berpotensi terjadi hingga akhir Januari.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono. Menurutnya, rob masih berpotensi terjadi hingga akhir Januari karena pada Desember 2020 hingga Januari ini air pasang di laut masih tinggi.

“Tingkat pasang dari Desember tahun lalu tinggi. Sehingga, pada banjir rob masih dapat terjadi hingga akhir Januari,” ujarnya Senin (18/1).

Mobile_AP_Half Page

Adanya pasang ditambah musim hujan tinggi, menurutnya, menyebabkan rob dapat terjadi sewaktu-waktu. “Saat pasang air laut tinggi disertai hujan deras menyebabkan air hujan tidak bisa langsung lepas ke laut. Nah, ini yang menyebabkan banjir rob,” ujarnya.

Sementara itu, ketika rob terjadi di Dusun Karanganom, Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Rabu (13/1), menurutnya, tidak ada petani tambak garam dan pembudi daya ikan yang terdampak.

“Kami belum mendapat laporan. Sehingga, sementara ini masih belum ada. Di wilayah Karanganyar, itu juga tidak ada petani tambak garam. Kalau pembudi daya ikan ada,” ujarnya.

Sedangkan, di Kecamatan Paiton, rob menyebabkan 5 tanggul milik Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo, jebol. Panjangnya sekitar 50 meter. Sehingga, air masuk ke permukiman warga.

Adanya potensi terjadinya rob juga dibenarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo. “Bisa (terjadi banjir rob), tergantung cuaca dan ketinggian gelombang air laut,” ujar anggota Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Probolinggo Silvia Verdiana. (mu/rud/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2